oleh

Dion M: Transportasi Bandara Kertajati Pusat Destinasi Wisata

-Aktual-164 views

Kabartoday, Jakarta – Segitiga pertumbuhan Kertajati cirebon dan Pelabuhan Internasional Patimban , menjadi daya tarik ekonomi baru d utara Jawa Barat Penerbangan domestik pesawat jenis jet rute luar Jawa akan dipindahkan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati secara bertahap.

Di Bandung nantinya melayani semua pesawat propeller dan semua penerbangan luar negeri yang kurang lebih totalnya 32 take off dan 32 landing sehingga totalnya ada 64 movement, “ucap Dion M, Pengamat Transportasi, ketika berada di Jakarta, Rabu (19/6/19).

Bandung itu adalah destinasi wisata, maka kita tidak akan memindahkan pergerakan penerbangan internasional menuju Bandung. Karena dari Malaysia dan Singapura itu sangat meminati Bandung.

BACA JUGA:  Ketua Umum GP Ansor, Gus Yaqut Tanggapi Tentang Bupati Majeme Fahmi Massiara HTI

Slot di Bandung terbatas, dengan adanya Kertajati maka pergerakan internasional jadi lebih bagus. Kita bagi fungsi-fungsi Bandara Husein dan Kertajati dengan kesepakatan para pihak.

“Dion menambahkan Setelah Kemenhub sukses dalam menekan angka kecekakaan mudik lebaran dan sukses kelancaran transportasi dari kemacetan dan memperpendek jarak tempuh maka sepertinya Kemenhub akan membuat gebrakan baru.

BACA JUGA:  Hendrajit: Peran Indonesia Pasca Perjanjian INF

Memaksimalkan Bandara Kertajati dan Pelabuhan Internasional Patimban, Pusakanagara, Subang ,Jawa Barat. Tentu kita harapkan dukungan masyarakat supaya program Pemerintah ini Sukses,” cetusnya.

Tidak bisa dipungkiri memang komunikasi publik dalam konteks pembangunan infrastruktur kita masih lemah. Mudah sekali para myopic visioner menilai dengan kacamata jika pendek bahwa infrastruktur tidak berfungsi, lalu mencari-cari alasan, bisa teknokratis (rencana yang buruk) bahkan politis.

BACA JUGA:  Desa Srijaya Mendapatkan Pembinaan Desa Wisata Melalui Program Nawa Cita

Sudah benar, “pemerintah seharusnya memberikan pemahaman ke publik bahwa infrastruktur harus dipandang dalam kaca mata jangka menengah-panjang,” tutur Dion.(Bbg)

Komentar