oleh

Ditantang Lembaga Survei, BPN Siap Buka-Bukaan Data

Kabartoday, Jakarta – Direktur eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menantang BPN Prabowo-Sandi untuk buka-bukaan data quick count pilpers 2019.

Ia juga mengatakan akan membuka data quick count di hadapan Dewan Etik dan Akademisi bersama lembaga survei lainnya. Hal itu disampaikan Muhtadi ketika menanggapi banyaknya kicauan dari netizen yang menantang lembaganya membuka data hasil quick count Pilpers 2019.

Diketahui, sebelumnya di tanggal 17 April 2019, quick count yang dilakukan oleh Indikator menunjukkan 95,7 persen suara yang masuk, dimana 53,91 persen memilih pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, dan 46,09 persen suara memilih pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

BACA JUGA:  Bidan RY Desa Tulung Balak Asal-Asalan Tangani Persalinan, Hingga Sang Bayi Meninggal

Ia juga menjelaskan tak hanya Indikator, banyak lembaga survei lain yang memuat hasil serupa, ada LSI Denny JA, Indo Barometer, Charta Politika, SRMC, Poltracking, dan Voxpol.

Dengan serentak, hasil survei yang dimuatnya pada tanggal 17 April 2019 lalu, justru membuat kubu Prabowo-Sandi tidak percaya pada hasil quick count miliknya.

Menanggapi hal itu, Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said menyatakan siap membuka data real countnya, namun dengan syarat.

“Syaratnya mudah, sejumlah lembaga survei yang telah merilis hasil quick count (hitung cepat) Pilpres 2019 itu harus bersedia mengungkapkan siapa yang memberikan sokongan dana di balik kegiatan mereka. “Kata Sudirman.

BACA JUGA:  Diduga Zinahi Istri Orang, Oknum Anggota DPRD Tanjungbalai Dilaporkan Kepolisi

Sudirman yang juga Mantan menteri ESDM kembaliĀ  menyatakan pihak BPN real data yaa dan tidak ada pemalsuan, nanti kalau diperlukan buka ya akan kami buka (datanya). Kami selalu memegang profesionalisme kerja.

Sementara Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon mengungkapkan kesiapan dirinya dan BPN untuk membuka penghitungan real count internalnya dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2019, di Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi).

“Pasti kami buka nanti pada waktunya. “ucap Fadli, di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Wakil ketua umum (waketum) Partai Gerindra ini enggan membeberkan lebih detail soal kapan akan mengekspos data dan metodelogi hitung cepat internalnya, “Saat ini kami tengah fokus dalam mengawal C1 Plano yang masih berjalan, nanti kita buka di depan publik bersama para lembaga survei yang menantang kami. “Ulas Fadli.

BACA JUGA:  Kapolda Kalbar Pantau Rapat Pleno KPU Singkawang

Terpisah, Divisi Bidang Hukum BPN, Iswan Abdullah juga menanggapi tantangan sejumlah lembaga survei tersebut, saat ditemui di Jakarta Timur, Selasa malam (23/4/2019).

Dikatakan Iswan, pihaknya nanti akan membuka ke publik hasil real count internalnya dan bisa di bertanggungjawabkan.

“Intinya kami terima tantangan mereka untuk buka-bukaan data. Hanya kami minta jangan ada yang memalsukan data C1 nya nanti. “Tutup Iswan(Op/red)

Komentar