oleh

Ditengah Covid-19, Polresta Ambon Lampaui Target Kasus Narkoba

Kabartoday, AMBON – Walaupun pandemi Covid-19 masih terus berlangsung namun Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease melalui Satresnarkoba tetap berprestasi dalam pengungkapan kasus narkoba.

Dari target 24 kasus yang diberikan Mabes Polri untuk pengungkapan kasus narkoba di tahun 2020, Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease telah berhasil melampaui target. Dari bulan Januari hingga akhir bulan Juli 2020, total ada 32 kasus narkoba yang berhasil diungkap.

Dari total 32 kasus narkoba dengan 38 tersangka, sebanyak 26 kasus dengan 31 tersangka telah berhasil dituntaskan penyidikan dimana telah dilakukan tahap II yaitu berkas perkara, tersangka dan barang bukti telah diserahkan ke Kejaksaan. Sementara enam kasus terakhir dengan tujuh tersangka hingga kini masih dilakukan proses penyidikan.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang melalui Kasat Resnarkoba AKP Jufry Jawa menjelaskan pengungkapan kasus narkoba walau baru berjalan bulan ke delapan, namun telah melampaui target.

“Dari Januari hingga sekarang ini, kita berhasil mengungkap 32 kasus narkoba baik menyangkut sabu-sabu maupun ganja dengan total ada 38 tersangka. Kita berhasil lampaui target yang diberikan Mabes Polri untuk tahun ini sebanyak 24 LP,” jelas Jawa kepada media ini di ruang kerjanya Rabu (12/8/2020).

BACA JUGA:  Ketua GP Ansor Jaktim Tutup Usia

Perwira pertama Polri berpangkat tiga balak emas di pundaknya ini kemudian merincikan jumlah kasus yang ditangani. Di bulan Januari berhasil mengungkap 10 kasus dengan 14 tersangka. Februari ada empat kasus dengan empat tersangka, Maret enam kasus tujuh tersangka, April empat kasus empat tersangka, Mei dua kasus dua tersangka, Juni nihil dan Juli enam kasus tujuh tersangka.

“Untuk progres penanganan, semua kasus yang diungkap dari bulan Januari hingga Mei sebanyak 26 kasus dengan 31 tersangka telah selesai dilakukan penyidikan dan telah dilakukan penyerahan tahap II yaitu berkas perkara, tersangka serta barang bukti telah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan. Bahkan ada kasus yang telah selesai disidang,” beber perwira yang cukup tegas dalam penanganan kasus narkoba.

Sementara enam kasus yang diungkap bulan Juli dengan tujuh tersangka hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif.

BACA JUGA:  TKD Tertahan Sejak 2016, WS Laoli Akan Temui Gubernur DKI Anies Baswedan

Dimasa pandemi Covid-19 ini, AKP Jufry mengakui cukup menjadi kendala dalam penanganan kasus narkoba. Pasalnya aktivitas warga menjadi terbatas sehingga agak menyulitkan dalam mencari informasi. Imbasnya, di bulan Juni lalu nihil kasus. Pasalnya, di bulan Juni diberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Walikota Ambon.

“Pada bulan Juni lalu kita nihil pengungkapan kasus. Karena pada saat itu dilakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Bahkan PSBB dua kali ini yang membuat kami kesulitan dalam pengungkapan kasus. Karena memang secara kontak langsung dengan masyarakat atau warga itu dibatasi. Sehingga kami juga agak sulit mendapat informasi,” jelas mantan Kasat Resnarkoba Polres Pulau Buru.

Namun sejak Juli dengan ada sedikit kelonggaran yang diberikan pemerintah dalam beraktivitas, maka kegiatan penindakan dan pengungkapan kasus narkoba kembali dilakukan.

“Di bulan Juli kami berhasil mengungkap enam kasus narkoba dengan tujuh tersangka. Saat ini dalam proses penyidikan intensif,” tandasnya.

Terkait Pandemi Covid-19 ini, ia katakan dalam penanganan kasus narkoba di wilayah hukum Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dilakukan dengan mengikuti standar protokol kesehatan Covid-19.

BACA JUGA:  Majelis Hakim PN Jakpus Tunda Operasi Kivlan Zen

Setelah dilakukan penindakan terhadap pelaku narkoba dengan melakukan penangkapan, maka pelaku harus menjalani pemeriksaan kesehatan oleh pihak medis terlebih dulu. Jika pihak medis nyatakan yang bersangkutan tidak terindikasi terjangkit Covid-19 atau negatif baru kami melakukan proses lanjut.

Dalam proses lanjut itu jelas Jufry, sesuai dengan administrasi penanganan perkara maka dilakukan pemeriksaan kepada yang bersangkutan dan kemudian lakukan penahanan.

“Pada saat penahanan, setiap minggu dilakukan pengecekan kesehatan para tahanan untuk meyakinkan bahwa para tahanan kita ini terjaga kesehatannya tidak terindikasi Covid,” tukasnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat yang ada ada di wilayah hukum Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease agar menjauh dan tidak terlibat dalam kasus narkoba.

“Saya himbau warga agar tidak terlibat narkoba. Sebab jika tertangkap dengan barang bukti maka akan dilakukan tindakan tegas dengan penegakan hukum. Jadi saya berharap agar warga jangan coba-coba bermain dengan narkoba. Pasti kita tindak tegas,” pungkas Jufry. (Manuel)

Komentar