oleh

Dramatis, Kapal Polairud Polda Maluku Kejar Kapal Penyelundup 1.775 Kg Merkuri

Kabartoday, AMBON – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku berhasil menangkap kapal yang akan menyelundupkan 1.775 kilogram cairan berbahaya jenis merkuri. Penangkapan terjadi Senin (23/3/2020) di pesisir pantai Desa Simi, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan.

Kapal patroli Ditpolairud Polda Maluku mengejar KM Cahaya Baru yang hendak menyelundupkan merkuri ke luar Maluku. Tak tanggung-tanggung, merkuri yang hendak diselundupkan sebanyak 1.775 kilogram. Merkuri sebanyak ini dikemas dalam 50 jerigen kemasan lima liter. Merkuri ini berasal dari Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tepatnya dari Dusun Hulung serta Desa Iha Kecamatan Huamual.

Kejar mengejar antara kapal patroli polisi dengan nomor lambung 1008 dengan Kapal Motor (KM) Cahaya Baru yang diawaki tiga anak buah kapal (ABK) bak film laga terjadi Senin (23/3/2020) sekitar pukul 09.30 WIT di perairan Pulau Buru, Provinsi Maluku. Seperti yang terjadi dalam skenario film laga, dalam suasana nyata ini untuk menghentikan kapal berbobot lima grosstone ini, personil polairud terpaksa menghujani kapal tersebut dengan beberapa tembakan ke arah badan kapal bagian buritan (belakang).

Demikian diungkapkan Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Maluku Kombes Pol Harun Rosyid kepada wartawan saat merilis kasus tersebut Selasa (24/3/2020) sore di dermaga Ditpolairud kawasan Lateri, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

“Untuk menghentikan kapal tersebut setelah diberi tembakan peringatan, personil kita di kapal patroli terpaksa harus menembak buritan kapal tersebut,” ujar Harun yang saat itu didampingi Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Maluku AKBP Harold Wilson Huwae.

Ia jelaskan, pengungkapan kasus ini berawal saat Kapal Patroli Ditpolair Polda Maluku yang berada di wilayah pos sandar Pulau Buru melakukan patroli Senin (23/3/2020) pagi. Sementara berpatroli menyusur perairan Buru Selatan mereka melihat sebuah kapal yang mencurigakan sedang melaju. Kapal patroli yang dikomandani Brigpol Pinge kemudian mendekat kapal tersebut untuk melakukan pemeriksaan.

BACA JUGA:  Ini Wajah Pelaku Pembunuh Bocah Umur 7 Tahun di Bogor
Pemeriksaan petugas kepolisian di KM Cahaya Baru di pantai Desa Simi, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan berhasil temukan 50 jerigen kemasan lima liter berisi cairan merkuri dengan berat total 1.775 kilogram.

“Namun saat didekati dan diminta berhenti, KM Cahaya Baru ini tidak mau berhenti. Malah kapal tersebut menambah kecepatan untuk kabur melarikan diri,” ujar Harun.

Kapal patroli kemudian melakukan pengejaran sambil membunyikan sirine. Kejar mengejar dua kapal ini di tengah laut pun berlangsung bak film laga yang sering kita tonton. Komandan kapal kemudian memerintahkan beberapa anggotanya untuk memberi tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali sesuai prosedur tetap (protap).

Walau tiga kali diberi tembakan peringatan, KM Cahaya Baru dengan nakhoda ZA (54) asal Kota Bau-Bau Kabupaten Buton ini tetap tidak mau berhenti. KM Cahaya Baru tetap melaju kencang berupaya kabur dari kejaran petugas. Melihat nakhoda KM Cahaya Baru yang keras kepala tak mau berhenti, petugas kemudian mengarahkan tembakan beberapa kali ke bagian kiri dan kanan badan kapal. Petugas berharap dengan tembakan ini kapal yang dikejar dapat berhenti. Bukannya berhenti, justru nakhoda KM Cahaya Baru malah terus melajukan kapalnya berupaya menghindari petugas.

Mendapati kapal yang enggan berhenti ini, komandan kapal patroli Brigpol Pinge memerintahkan anggotanya mengarahkan tembakan ke badan kapal. Beberapa butir peluru petugas kemudian menembus badan kapal bagian buritan. Walau sudah dihujani tembakan, kapal tetap enggan berhenti. Nakhoda KM Cahaya Baru kemudian mengarahkan kapal ke bibir pantai terdekat. Saat kapal kandas di daratan pantai Desa Simi, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, nakhoda bersama dua ABK lainnya BA (27) dan AB (31) langsung loncat meninggalkan kapal. Mereka bertiga melarikan diri masuk ke hutan Desa Simi.

BACA JUGA:  GKRIA Jemaat Solagracia Ambon Teguhkan 37 Anggota Sidi Baru

“Setelah kapal ditembak di bagian buritan beberapa kali, kapal kemudian dikandaskan ke darat. Tiga awaknya langsung loncat dari kapal melarikan diri masuk ke arah hutan desa Simi. Anggota kita tak mau kehilangan buruannya. Mereka pun ikut turun ke pantai mengejar tiga pelaku,” beber Harun.

Dari tiga ABK KM Cahaya Baru, satu orang berhasil dibekuk yaitu ZA. Sementara dua lainnya yaitu BA dan AB berhasil lolos dari pengejaran. Petugas kemudian membawa ZA ke kapal dan melakukan pemeriksaan. Setelah menggeledah seisi kapal, petugas menemukan ada 50 jerigen kemasan lima liter yang isinya diduga berisi cairan merkuri. Sebanyak 15 jerigen yang diberi label tutup lakban kuning masing-masing berisi merkuri seberat 25 kg, sisanya 35 jerigen diberi label tutup plastik merah masing-masing seberat 40 kg.

“Masing-masing jerigen beratnya bervariasi. 15 Jerigen dengan tutup kuning berat masing-masing 25 kg dan 35 jerigen tutup merah berat masing-masing 40 kg.
Berat total keseluruhan 1.775 kg,” tandas Harun yang baru lima bulan menjabat Ditpolairud Polda Maluku.

Perwira menengah Polri dengan pangkat tiga melati dipundak ini beberkan dari pengakuan nakhoda KM Cahaya Baru cairan Merkuri ini didapat dari daerah Seram Bagian Barat dan hendak dibawa ke Bau-Bau Kabupaten Buton. Nakhoda juga ungkapkan ini yang kedua kali membawa merkuri dengan jumlah yang sama dari daerah yang sama di SBB. Yang pertama berhasil lolos. Yang kedua baru tertangkap. Nakhoda juga katakan 50 jerigen merkuri ini ada dua pemilik.

BACA JUGA:  Gedung Ibadah GKPS Cengkareng Resmi Dibuka

Terkait keberadaan dua ABK yang sempat kabur dari kejaran petugas Senin (23/3/2020), Kombes Harun beberkan saat ini sudah diamankan Polres Buru.

“Tadi Kapolres Buru informasi ke saya via telepon bahwa dua ABK yaitu BA (27) dan AB (31) diantar kepala desa Simi menyerahkan diri ke Polres Buru. Kedua tersangka ini akan dibawa ke Ambon secepatnya,” tandas Harun.

KM Cahaya Baru sendiri ungkapnya, saat ini masih berada di Pulau Buru dalam perbaikan akibat tembakan petugas saat terjadi saling kejar.

Kepada wartawan, Harun jelaskan perbuatan para pelaku yang menyelundupkan cairan terlarang ini diancam dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman hukuman 10 tahun serta denda 10 miliar.

Untuk proses hukum selanjutnya pada tingkat penyidikan, Harun katakan akan menyerahkan ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku.

“Kasus ini akan dilimpahkan ke Ditreskrimsus. Tugas polisi perairan telah melakukan penangkapan di wilayah perairan. Kasus ini akan dikembangkan di darat supaya bisa diketahui dari mana barang ini, siapa yang punya tempat,” jelasnya.

Barang bukti 50 jerigen berisi cairan merkuri diangkut ke dalam mobil untuk kemudian diamankan di gudang pengamanan milik Ditpolairud Polda Maluku

Usai melakukan rilis, Kombes Pol Harun kemudian menyerahkan penanganan kasus ini ke Ditreskrimsus Polda Maluku.

Ditempat yang sama, Wadirreskrimsus Polda Maluku AKBP Harold Wilson Huwae mengapresiasi pengungkapan kasus ini oleh Ditpolair Polda Maluku.

“Kami apresiasi pengungkapan kasus oleh rekan-rekan kami dari Ditpolair. Apalagi jumlah merkurinya cukup besar lebih dari 1,7 ton. Setelah mendapat pelimpahan kasus ini, kami (ditreskrimsus) akan segera lakukan penyidikan. Untuk sementara barang bukti 50 jerigen merkuri ini kami titipkan di sini (Ditpolair),” jelas Huwae. (Imanuel)

Komentar