oleh

Dua Anak Oknum Anggota Kodim 1504 Ambon Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan

Kabartoday, AMBON – Sersan Satu (Sertu) John Doeng, anggota Kodim 1504/Ambon yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Koramil 1504-06/Nusaniwe harus memasrahkan dua anak kandungnya diproses hukum dalam kasus pidana kekerasan bersama.

Dua anak oknum anggota TNI tersebut Adrian Deeng serta Glen Deeng telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Sirimau Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Keduanya juga saat ini sementara ditahan di rumah tahanan Polsek Sirimau.

Keduanya diduga sebagai pelaku penganiayaan bersama terhadap Bendrico Tuanakotta (korban), warga Air Putri, RT 002/RW 004, Kecamatan Nusaniwe, Ambon. Peristiwa penganiayaan itu terjadi Jumat (3/4/2020) malam dengan TKP di Warnet Lord Cyber, Jalan AM Sangadji Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau Kota Ambon.

Saat penganiayaan terjadi, diantara kedua pelaku ada yang memborgol tangan korban Benrico. Kedua anak anggota TNI ini melakukan pemukulan kepada korban. Saat itu ada juga Sertu John Deeng bersama istrinya di TKP. Mereka kemudian membawa korban ke SPKT Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

BACA JUGA:  Program ' RIAU GEMILANG Ke 2 Polres Kampar Turunkan 10 Personalnya

Usut punya usut, penyebab penganiayaan ini karena keluarga pelaku kesal kepada korban yang diduga menggadaikan sepeda motor mereka ke pihak lain. Korban bekerja sebagai tukang ojek menggunakan motor milik Sertu John Deeng. Namun kemudian korban malah menggadaikan motor tersebut ke pihak lain tanpa sepengetahuan pemilik motor.

Terkait kasus penganiayaan, Kapolsek Sirimau Iptu Egidio Sumilat membenarkan adanya laporan pihak korban ke Polsek Sirimau. Keluarga korban tak terima dengan tindakan main hakim sendiri para pelaku. Keluarga korban kemudian melaporkan kasus ini ke Polsek Sirimau.

Iptu Egidio Sumilat,SIK, Kapolsek Sirimau Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease

“Iya memang ada laporan dari pihak korban. Sudah kita proses. Korban juga sudah menjalani visum et repertum di RS Bhayangkara. Detail kasus ini nanti dengan Kanit Reskrim yang menanganinya,” jelas Sumilat di Mapolsek Sirimau.

Kanit Reskrim Polsek Sirimau Ipda Herman Mashudin menjelaskan saat ini kedua pelaku Aldrin dan Glen telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

BACA JUGA:  KAMAH Laporkan Agum Gumelar Ke Bareskrim Mabes Polri

“Sejak dilaporkan pada Sabtu malam, kita langsung berproses. Kemudian penyidik berkesimpulan sudah memiliki bukti permulaan awal yang cukup dalam kasus pidana kekerasan bersama ini. Kita sudah periksa lima saksi termasuk saksi korban dan sudah ada hasil visumnya. Karena itu kita tetapkan kedua pelaku sebagai tersangka dan kemudian melakukan penangkapan,” jelas Herman.

Herman yang pernah menjabat Kanit II Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease ungkapkan penangkapan terhadap kedua pelaku ini dilakukan Minggu (5/4/2020) sekitar pukul 02.30 WIT di rumah tinggal Sertu John Deeng, Kawasan Kudamati Farmasi Lorong Tipka, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

Herman katakan saat tiba di rumah Sertu John Deeng, kedua pelaku tidak ada. Namun atas kerjasama dan niat baik Sertu John Deeng,  kemudian ia memanggil dan menghadirkan kedua anaknya di rumah. Setelah itu, Herman bersama anak buahnya langsung membawa kedua pelaku ke Mapolsek Sirimau dan dijebloskan ke ruang tahanan.

BACA JUGA:  OC Tim Sebut Gubernur Banten Tak Harmonis Dengan Wakilnya

Menyangkut dugaan keterlibatan istri Sertu John Deeng yang diduga juga ikut melakukan penganiayaan, Herman katakan sampai saat ini penyidik belum mendapat bukti.

“Dari keterangan saksi-saksi yang sudah diambil, belum ada yang mengarah atau bukti keterlibatan ibu kedua pelaku. Jadi statusnya sampai sekarang masih saksi,” tandas Herman yang belum satu bulan menjabat Kanit Reskrim Polsek Sirimau ini.

Sementara menyangkut dugaan keterlibatan Sertu John Deeng, Herman katakan bukan ranah kepolisian. Menurutnya, Sertu John Deeng juga akan dimintai keterangan sebagai saksi. Namun untuk proses lain, itu bukan kewenangan institusi kepolisian.

“Mungkin kita akan panggil (Sertu John Deeng) hanya untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Tetapi jika ada dugaan bukti keterlibatan, maka prosesnya bukan pada kami. Karena kami hanya memproses warga sipil,” tukasnya.

Ia tegaskan dalam kasus ini, kedua tersangka yang merupakan anak oknum anggota TNI ini disangkakan dengan pasal 170 ayat (1) junto pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun enam bulan penjara. (Imanuel)

Komentar