oleh

Dua Gubernur Jadi Keynote Speaker Sinode III Keuskupan Amboina

“Peserta sedang mengikuti rekoleksi di hari kedua Sidang Sinode III Keuskupan Amboina, Selasa (10/9) persiapan batin iman sebelum masuk proses selanjutnya”

Kabartoday, AMBON – Dua kepala daerah “Provinsi Sekandung” akan menjadi keynote speaker atau pembicara utama di arena sidang Sinode III Keuskupan Amboina tahun 2019.

Gubernur Maluku Murad Ismail dan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba akan menyampaikan materi kepada 200 orang peserta Sinode III Keuskupan Amboina. Dua gubernur ini akan menyampaikan materi seputar visi misi serta arah pembangunan mereka tahun 2019 – 2024 mendatang.

Mereka berdua dijadwalkan tampil di hari ketiga pelaksanaan Sinode ini yaitu Rabu (11/9) di Aula Wisma Samadi Gonzalo Veloso Karang Panjang Ambon. Dari informasi yang diperoleh di arena sidang Sinode ini, Gubernur Maluku dipastikan akan membawakan langsung materi, sedangkan Gubernur Maluku Utara mendelegasikan penyampaian materi kepada wakil gubernur Al Yasin Ali.

“Pak Gubernur Maluku akan hadir di tengah-tengah peserta Sinode. Dan beliau akan memberikan materi kepada peserta terkait visi beliau tentang pembangunan Maluku ke depan,” Ketua Steering Committee (Panitia Pengarah) Sinode III Keuskupan Pastor Bernard Rahawarin,Pr di arena sidang Selasa (10/9).

BACA JUGA:  Bawaslu Banyuwangi Mulai Periksa Dugaan Penggelembungan Suara
Pastor Bernard A. Rahawarin,Pr. Ketua Steering Committee Sinode III Keuskupan Amboina 2019

Ia katakan, dengan pemaparan visi dan misi dua kepala daerah ini maka ini sangat membantu umat Katolik Keuskupan Amboina serta para peserta Sinode untuk kemudian bekerja, bersinergi dengan pemerintah.

Dengan demikian, ujar Pastor yang kesehariannya disapa dengan Pastor Berry bahwa umat Katolik di Keuskupan Amboina dapat mewujudkan diri sebagai partner pemerintah dalam membangun manusia.

Selain kedua kepala daerah ini, Uskup Diosis Amboina Mgr. PC Mandagi,MSC juga akan menjadi pembicara utama di hari ketiga pelaksanaan Sinode. Ada juga Keynote Speaker dari tim ahli yaitu Pastor DR. Hertanto Dwi Wibowo,MSC serta Pastor DR. Harjatmoko,SJ.

“Romo Hertanto, akan membawakan materi tentang Eklesiologi. Tentang bagaimana gereja yang hidup berjuang dan menjadi mandiri. Kemudian narasumber kedua Romo Harjatmoko akan memberikan konteks perjuangan yang lebih luas. Yaitu tentang masyarakat millenial dengan ciri-cirinya dan bagaimana menyikapinya,” tandas Rahawarin.

BACA JUGA:  Perum Perhutani Serang Banten Telak Menipu Investor TWA

Ia terangkan, sebelum masuk pada kegiatan materi, seluruh peserta sidang dipersiapkan secara batin iman terlebih dahulu untuk menghadapi proses selanjutnya. Dihari kedua yaitu Selasa (10/9) seharian penuh para peserta mengikuti kegiatan rekoleksi.

Dalam proses rekoleksi ini, seluruh peserta diberikan kekuatan rohani terutama menyadari bahwa proses Sinode ini adalah sebuah proses rohani.

“Aktor utama sinode itu adalah roh kudus, Tuhan itu sendiri. Sehingga kita berpartisipasi dalam pekerjaan ini dalam kerjasama dengan Tuhan. Sehingga kita tidak jatuh dalam ekstrim menata sebuah organisasi yang sekulir bahkan tidak beriman. Muatan itu yang diperoleh sepanjang hari ini (Selasa-red),” pungkasnya.

Terkait hadirnya Gubernur Maluku jadi salah satu pembicara utama di arena sidang Sinode III Keuskupan Amboina ini, Ketua Organizing Committee (Panitia Pelaksana) Titus FL Renwarin berkeyakinan Gubernur Murad Ismail pasti akan menyampaikan kebijakan pemerintah daerah yang merupakan visi dan misinya serta mungkin apa yang telah dikerjakan selama seratus hari kerja ini.

BACA JUGA:  Kapolda Banten Pimpin Pasukan Operasi Keselamatan Kalimaya 2019

Dirinya berharap apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah Maluku dalam RPJMD lewat visi dan misi pak Gubernur bisa ditunjang lewat hasil sinode ini.

Titus F Renwarin, Ketua Panitia Pelaksana Sidang Sinode III Keuskupan Amboina

“Dengan demikian terjadi sinergitas antara Keuskupan Amboina sebagai Mitra pemerintah daerah dalam konteks tema gereja membaharui diri. Dengan demikian pemerintah harus di dukung. Jadi bukan gereja jalan sendiri, pemerintah jalan sendiri,” ujar Renwarin yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Maluku.

Dikatakan, bukan saja Pemprov Maluku saja, tetapi juga oleh Pemprov Maluku Utara lewat Wakil Gubernurnya yang sangat berkeinginan agar pembangunan di dua provinsi “sekandung” ini terus maju demi kesejahteraan masyarakatnya.

Ia tegaskan Gubernur Maluku ingin daerah ini maju. Makanya apa yang dikerjakannya, Gubernur meminta untuk dikontrol dan diawasi.

“Saya kira ini komitmen yang luar biasa dari Gubernur Maluku. Tidak sembarangan ini. Jadi pak Gubernur minta agar posisi Keuskupan Amboina dalam proses pembangunan mengambil posisi sebagai sosial kontrol. Saya kira ini sangat sinergis sekali,” tandas Renwarin. (MAL)

Komentar