oleh

Dugaan Money Politik, Demo Spontanitas Desak Aparat Penegak Hukum Dan Bawaslu Tanjungbalai Jangan Tutup Mata

Kabartoday, TANJUNGBALAI – Vulgar dan menjadi Perbincangan hangat di tengah – tengah masyarakat dan menjadi sorotan Media, seputar dugaan Money Politic dan Perampasan Handphone (HP) dibarengi tindakan Pelecehan terhadap Pratiwi Chairunnisa (29) salah seorang Anggota Panwas di Kecamatan Datuk Bandar, akhirnya disikapi para Aktivis Pemuda di Tanjungbalai.

Penyampaian Aspirasi dari Koalisi bersama Pemuda Satuan Aksi Indonesia (SAKSI) spontanitas digerakan, dengan tujuan Bawaslu Kota Tanjungbalai tidak tutup mata atas dugaan Politik Uang yang terjadi di salah satu Gudang di Kilometer 3,5 Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai.

Dalam orasinya, Komando Aksi Ahmad Dhairobby didampingi Mahmuddin yang kerap disapa dengan sebutan Kacak Alonso, Selasa (16/4/2019) menyatakan, bahwa Money Politic adalah salah satu Transaksional Politik untuk mendapatkan tujuan tertentu,

Menurutnya, pada umumnya banyak oknum yang tidak bertanggungjawab dan mengambil jalan pintas untuk menghalalkan tujuannya.

BACA JUGA:  Ratusan Warga Pancer Mengungsi di Daratan Tinggi, Takut Terjadi Tsunami

“Politik Uang merupakan salah satu dari Politik Transaksional yang melanggar Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu”, kata Ahmad.

Untuk itu, pihaknya mendesak Bawaslu agar mengadvokasiAanggota Panwascam Datuk Bandar Pratiwi Chairunnisa yang diduga telah mendapat intimidasi saat melakukan Tugas Pengawasan.

“Jangan tutup mata terhadap dugaan Praktik Politik Uang dalam Masa Tenang tersebut yang terkesan sengaja dengan memobilisasi masa”, cetusnya.

Ahmad juga sangat menyayangkan, Bawaslu Kota Tanjungbalai sendiri seakan diduga ‘tidur’ atas dugaan Politik Uang yang disoroti Anggota Panwascam tersebut.

“Pelanggaran Pemilu dalam Masa Tenang itu dilakukan diduga dari oknum yang memiliki kepentingan tertentu untuk meraih suara masyarakat dalam Pemilu 2019 di Tanjungbalai”, ucapnya lagi.

Sementara itu, Mahmuddin alias Kacak Alonso mengatakan, demi kondusifitas daerah dan bersihnya Tanjungbalai dari dugaan Money Politik Uang, sinergisitas antara Penyelenggara, Pengawas, Pemerintah dan Aparat Hukum sangat diperlukan dalam menjaga Kontestasi Politik agar berjalan aman, damai dan sejuk.

BACA JUGA:  Masyarakat Situbondo Deklarasi Tolak Kerusuhan

“Untuk itu, Kita menyesalkan sikap WaliKota Tanjungbalai yang memiliki Visi Misi “BERSIH” mewujudkan Kota Tanjungbalai yang Berprestasi, Religius, Sejahtera, Indah dan Harmonis” terkesan bertolak belakang, hingga bungkam atas adanya dugaan Praktik Politik Uang menjelang Pesta Demokrasi 17 April 2019 yang hanya tinggal hitungan jam yang saat itu akan disoroti pihak Anggota Panwascam.

Dihubungi via WhatsApp, WaliKota Tanjungbalai HM Syahrial SH MH belum memberikan jawaban kepada Wartawan, hingga berita ini diterbitkan.

Sebelumnya, Senin (15/4/2019), saat ditemui dikantornya, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungbalai Dedy Hendrawan didampingi Komisioner Bawaslu Musliadi Nasution membenarkan kejadian Perampasan HP milik Anggota Panwascam Datuk Bandar.

BACA JUGA:  VIRAL... Tak Terima Direkam Saat Nilang, Oknum Polisi Ini Pukul dan Seret Warga

Menurut Dedy, HP milik Pratiwi itu dirampas oleh seorang Pria karena mengambil foto seseorang yang keluar dari Gudang yang dipenuhi ratusan orang dari luar Gudang tersebut.

“HP tersebut dirampas saat Anggota Kami melaksanakan tugas untuk mencari tau kegiatan apa yang sedang berlangsung di Gudang tersebut”, cetus Dedy Hendrawan.

Dedi menambahkan, HP itu telah dikembalikan kepada Pratiwi setelah oknum tersebut memaksa agar foto yang sempat direkam dihapus.

Informasi lain juga dihimpun dari Komisioner Bawaslu Musliadi Nasution,
bahwa kegiatan yang berada di dalam Gudang itu didapat hanya untuk bersedekah untuk menyambut Bulan Ramadhan ini.

Pantauan di lapangan, dalam aksi spontanitas itu juga memberikan Selebaran Pernyataan sikap kepada masyarakat yang berisi imbauan untuk menolak Politik Uang kepada Pengguna Jalan yang melintas. (Okta/Saufi).

Komentar