oleh

Eggi Sudjana Kembali Diperiksa Penyidik Polda Metro Jaya

Kabartoday, Jakarta – Pengacara senior Eggi Sudjana direncanakan akan kembali diperiksa penyidik diterkrimum Polda Metro Jaya, Jum’at, tanggal 3 Mei 2019 pukul 14.00 Wib.

Eggi sempat diperiksa pekan lalu dengan hari yang sama selama 13 jam atas laporan Suriyanto sesuai LP No: B/0391/IV/2019/Bareskrim tertanggal 19 April 2019 terkait statement Eggi Sudjana People Power.

Pemanggilan Eggi dalam pemeriksaan kedua ini dikatakan kuasa hukumnya Pitra Romadhoni Nasution sebagai lanjutan keterangan klarifikasi saksi yang sempat terhenti pekan lalu.

BACA JUGA:  Pesan Khusus Limbad Lewat Peluk Eggi Sudjana

“Besok klien saya kembali dipanggil penyidik ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk keterangan lanjutan atas pelaporan Suriyanto soal statement People power. “Kata Pitra saat dikomunikasikan via WhatsApp, Kamis (2/5/2019).

Pitra juga menyebut pemeriksaan kedua terhadap Eggi Sudjana akan digelar diruang Subdit Kamneg Diskrimum Polda Metro Jaya, Jln. Jend. Sudirman No. 55, Jaksel.

“Klien kami juga akan di dampingi beberapa kuasa hukum lainnya, yakni Drs. Alkatiri, SH.MH, Hizbullah Assiddiqi, SH.MH, Elida Netti, SH.MH, Leni Anggraeni, SH.MH, Azmi Mahatir, SH, Adi Bangkit, SH, dan saya. “Ucapnya.

BACA JUGA:  MK Menolak Seluruh Permohonan Pemohon Tim Hukum Prabowo Sandiaga

Lebih lanjut kata Pitra, ucapan Eggi tentang people power sebenarnya bukan sesuatu ajakan negatif, pihaknya juga sudah memaparkan arti people power didepan penyidik pekan lalu.

Sebelumnya salah seorang pengurus KAMAKH, Muslim Arbi mengatakan kenetralan dan sudut pandang hukum di Indonesia sudah menjadi konsumsi politik.

Arbi menilai Polri sudah masuk ranah politik dan bukan lagi sebagai institusi penegakan hukum yang berkeadilan. Menurut Arbi pernyataan yang dilontarkannya itu untuk membangunkan birahi supremasi hukum yang sesuai aturan agar kembali kepada titahnya bahwa hukum adalah panglima tertinggi.

BACA JUGA:  MK Percepat Bacakan Putusan, Prabowo Percayakan Ke Kuasa Hukum

“Contoh kecil, banyak laporan terkait penyimpangan dan pelanggaran yang dilakukan penguasa atau rezim saat ini, tetapi Polisi jarang menindaklanjuti berkas laporannya. Malahan yang sering di dapati adalah polisi hanya menerima laporan dan kemudian surat laporan itu menjadi kertas buat bungkus kacang. “Kata Arbi.(Op)

 

Komentar