oleh

Ferdinand Hutahean: Quick Count Pesanan Lenyap Dari Siaran Televisi

Kabartoday, Jakarta – Semua Televisi Nasional telah menarik tayangan quick count sejak siang tadi, Kamis (18/4/2019). Terjadinya kontra politik dan keresahan masyarakat menjadi alasan agar quick count dari lembaga-lembaga survei yang tidak memenuhi unsur validasi data di stop.

Sebelumnya lembaga-lembaga survei yang disiarkan hampir diseluruh televisi telah mengunggulkan Prabowo-Sandiaga, namun hitungan detik berubah posisi dengan mengunggulkan Jokowi-Ma’ruf Amin. Hal itulah quick count dianggap sudah tidak netral dan menjadi pesanan penguasa.

Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean angkat bicara. Ia menegaskan quick count lembaga-lembaga survei sudah hilang dari seluruh televisi.

BACA JUGA:  Peter Charles Tinley AM, MLA Dari Australia Barat Kunjungi UPTD ABK Sidoarjo

Menurutnya, fakta kebenaran perolehan suara telah dimenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno dengan angka 55%, dan Jokowi-Ma’ruf Amin 42%.

“Quick count lembaga survei yang disiarkan seluruh televisi sudah dicabut sejak siang tadi, termasuk yang ada di TV One. Karena faktanya Prabowo-Sandiaga unggul di 55%, dan Jokowi-Ma’ruf Amin di 42%. “Ucap Ferdinand di Jakarta, Jum’at (19/4/2019).

BACA JUGA:  P-MAK: Tangkap Dan Penjarakan Bupati Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara Hendrata Thes

Lebih lanjut dijelaskan Ferdinand, SCTV telah menayangkan konsep terkini atas kemenangan Prabowo+Sandiaga, “itu fakta yang harus disampaikan ke publik. “Kata Ferdinand.

Ferdinand juga menyebut data SCTV hasil input sesuai fakta dari link exit poll terpercaya, “faktanya menang Prabowo-Sandiaga telah memenangkan Pilpers 2019, exit poll adalah badan survei yang dipercaya melalui polling SMS, akurasi data, dan penghitungan C1 setiap TPS. “Jelasnya.

BACA JUGA:  Ini Wajah Pelaku Pembunuh Bocah Umur 7 Tahun di Bogor

Sebagai pengalihan isu yang dilakukan kubu 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, kata Ferdinand, mereka telah menggoreng isu soal Sandiaga berselisih paham dengan Prabowo,

“Isu murahan dan gak laku lah, karena masyarakat sudah cerdas bahwa isu itu Hoax, kenyataannya bahwa Sandiaga sedang sakit dan Prabowo telah menjenguknya di kediaman Sandiaga. “Tegas Ferdinand.(Op)

Komentar