oleh

FORBIDOK Memohon PTT Tidak Diberlakukan Untuk Tenaga Kesehatan

Kabartoday, Karawang – Sejumlah bidan dan dokter pegawai tidak tetap (PTT) Kabupaten Karawang berkumpul di ballrom Dewi Air. Dalam sebuah diskusi publik, bertemakan ‘Peranan Bidan dan Dokter (PTT) Dalam Peningkatan Kesehatan Karawang.’

Jumlah tenaga bidan dan dokter, aspek teritori, dan pemerataan, di kabupaten Karawang memerlukan tata kelola distribusi yang merata, adil dan berdaya utama terhadap layanan kesehatan dasar di tengah masyarakat, di 30 Kecamatan saat ini.

Dalam diskusi ini mengetengahkan beberapa nara sumber, Bupati Karawang dr. Cellica yang diharapkan memberi pidato sambutannya. Kemudian diantaranya, Indriani Komisi I DPRD, Dinkes, BKPSDM, Pembina FORBIDES Indonesia Eka Panglima.

BACA JUGA:  TKD Tertahan Sejak 2016, WS Laoli Akan Temui Gubernur DKI Anies Baswedan

Menurut  Ketua Forum Bidan dan Dokter (FORBIDOK) Kabupaten Karawang  dr.Oma Sutisna, adapun dengan issue pemerataan, penanganan penyakit amat inheren dengan ussue kepegawaian di dalamnya.

Sebabnya, pegawai tidak tetap di lingkungan pemda Karawang, semestinya tidaklah diberlakukan terhadap para tenaga kesehatannya ungkapnya. Rabu (9/7/2019).

Bidan dan dokter merupakan unit pelayanan publik. Pemenuhan hak dasar seperti hak kepastian kerja, dan tunjangan kesejahteraan seyogyanya menjadi stategi pembangunan layanan dasar kesehatan yang menjadikan performa derajat kesehatan kabupaten Karawang dapat meningkat.

BACA JUGA:  Polda Banten Optimalkan Patroli KKYD

Hal ini masih jauh panggang dari api. Di awal bulan Juli 2019 ini saja, ketika 4,7 jutaan PNS di Indonesia dapat menikmati gaji ke 13 termasuk kabupaten Karawang, namun kami masih harus alami diskriminasi seperti ini. Padahal aturan mainnya ada. Bidan dan dokter beroleh honor ke 13, itu termuat dalam Perbup No. 9 Tahun 2014.

“Melalui diskusi publik inilah, kami Forum Bidan dan Dokter  Kabupaten Karawang, berharap dapat menggali dan memetakan kembali kerangka persoalan yang dihadapi dalam peningkatan kesehatan kabupaten Karawang. “Kata Oma Sutisna.

BACA JUGA:  Kapolda Jateng dan Pangdam Gowes Sepeda Paling Unik

FORBIDOK turut menyampaikan, agar pilihan perjuangannya mendapatkan keberpihakan pemda Karawang.

“Kehadiran kami, bidan dan dokter yang masih berlabel pegawai tidak tetap (PTT), yang digunakan bagi masyarakat Karawang, akan lebih baik rasanya, jika benar-benar bekerja menjadi tuan di negerinya sendiri. “Ujar Oma.

Ia juga menyebut PTT menjadi pegawai yang tidak selalu berujung pada kegelisahan sistem kerja kontrak, “seharusnya mendapat suatu kebijakan pemerintahan kabupaten Karawang untuk menjadi bagian demi membangun kesehatan masyarakat, yang tidak lagi bersifat temporari. Alias tidak tetap, ataupun dengan sistem kerja kontrak. “Pungkasnya.(Aziz)

Komentar