oleh

Ganti Rugi Pembangunan Pelabuhan Kijing, Gubernur Kalbar Akan Temui Pihak Pelindo

Kabartoday, Kalbar – Ratusan nelayan tradisional asal Desa Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah mendatangi Kantor Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) guna mengadukan nasib mereka terkait ganti rugi pembangunan Pelabuhan Kijing yang dianggap tidak sesuai dari pihak Pelindo II.

Seorang nelayan yang ikut dalam demo di Pontianak menyatakan tuntutan para nelayan Togo dan Kelong atau pondok nelayan di tengah laut, yakni menuntut ganti rugi sesuai janji sebelumnya pada pihak Pelindo II.

“kita dijanjikan uang ganti rugi dari pihak Pelindo sebesar Rp150 juta per nelayan. Namun ganti rugi yang kami terima tidak sesuai dengan yang dijanjikan itu, “ungkapnya beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:  Kabar Percobaan Penculikan Anak di Waru Sidoarjo Ternyata Hoax,

Dia juga mengatakan jika tuntutan belum bisa dipenuhi, maka para nelayan Togo dan Kelong meminta seluruh pekerjaan pembangunan pelabuhan itu agar dihentikan sementara.

“Nelayan meminta kepada pihak Pelindo untuk menghentikan sementara pekerjaan pembangunan tersebut, sampai masalah ini dapat diterima dan diselesaikan oleh kedua belah pihak, “tegasnya.

Gubernur Kalbar Sutarmidji, langsung menemui para nelayan dan berjanji akan carikan solusi. “Saya sangat memahami apa yang dirasakan oleh para nelayan, dampak dari pembangunan pelabuhan itu dilihat dari aspek pekerjaan maka dapat kehilangan mata pencaharian teman-teman. “sebutnya.

BACA JUGA:  Komitment Kerjasama, Bank BTN Banyuwangi Bantu Westafel ke Mansawangi

Terkait permasalah itu, ia mengatakan pemerintah dan pihak investor, yaitu Pelindo II harus memikirkan nasib para nelayan tersebut.

“Kami akan menemui pihak Pelindo untuk bagaimana sebaiknya menyelesaikan permasalahan ini agar bisa diterima semua pihak sesuai peraturan yang berlaku, “ujarnya.

Sutarmidji melanjutkan, seandainya ada nelayan yang memang belum menerima ganti rugi karena dianggap tidak layak, “Maka saya sarankan menuntut lewat pengadilan, yang sudah menerima ganti rugi tidak bisa lagi, ” tegas midji.(GUN)

Komentar