oleh

Gegara tangan digigit, bela diri kok malah di LP kan pasal Pengeroyokan

Kabartoday, Purworejo,- Dinilai janggal atas penetapan tersangka kasus Pasal 170 KUHP dengan dugaan dipaksakan, penanganan pelayanan kerja Polsek Pituruh, jajaran Polres Purworejo patut dipertanyakan.

Kasus yang menimpa (YA) warga Sutogaten, Desa Pituruh, Purwokerto, sebagai terlapor kini menjadi sebuah polemik tersendiri.

Pasalnya berawal niatan YA untuk melerai pertengkaran antara  Te dan Sar  malah berbalik menjadi pelaporan atas dirinya dengan pasal 170 KHUP di Polsek Pituruh, pada tanggal 17 Juni 2020.

Sar pelapor

 

Kronologi bermula ketika YA, Te, dan Ma sedang berkumpul bersendau gurau, saat itu YA dan Te seolah – olah terlihat seperti bertengkar, disitulah  memancing Sar yang saat itu sedang melintas dengan mengendarai sepeda motor, lalu memberhentikan kendaraannya dan mencoba melerai.

Namun oleh YA dijelaskan, bahwa mereka sedang bergurau sambil tangannya mengeplak helm yang di pakai Sar, yang membuat Sar kesal dengan perlakuan YA dan akhirnya mereka cekcok.

BACA JUGA:  Banjir Bandang Krisik Hanyutkan Jembatan Penghubung 2 Desa

Setelah terjadinya cekcok tersebut dengan permintaan maaf YA dkk, dianggap YA perkara ini telah selesai. Tapi tidak oleh Sar, Ia ternyata datang kembali ke tempat kejadian dengan membawa anak serta adiknya,  Sar kembali memarahi YA, karena merasa dilecehkan dengan perbuatan YA yang mengeplak Helm yang Ia pakai.

Ma, merasa Sar lebih tua (Sar adalah juga tetangga Ma di Pereng Gamblok) Ma berinisiatif meminta maaf dan menyarankan Te dan YA juga untuk meminta maaf kepada Sar atas kejadian sebelumnya, di saat Te ingin meminta maaf kepada Sarino, akan tetapi Sar menolak.

Terjadilah petengkaran mulut antara mereka, hingga Sar Mencekik leher Te Sehingga Te tidak terima apa yang diperbuat oleh Sar, dengan melakukan pemukulan oleh Te terhadap Sar, dan terjadilah saling pukul sehingga mengakibatkan baju Te robek.

BACA JUGA:  Kivlan Zen, 9 Mei 2019 Kita Merdeka, Yang Menghalangi Kita Lawan
Baju Te yang robek akibat dari pertengkaran dengan Sar

Karena Te dan Sar berkelahi, YA berusaha mencoba melerai perkelahian antara mereka, akan tetapi Sar malah menarik tangan YA dan menggigit tangan kanan YA, karena kesakitan spontan  YA melakukan memukul kepada Sar sebanyak 2 (dua) kali.

Dari kronologi itulah pihak Sar membuat LP terhadap YA dkk di Polsek Pituruh dengan no. LP/ B/ VI/2020/JATENG/RES PWR/SEK PTR. Padahal dari pihak YA dkk sudah ada itikad baik untuk meminta maaf dan upaya melakukan perdamaian, namun mirisnya pihak dari Polsek Pituruh tetap memaksakan untuk mendorong laporan tersebut hingga SPDP.

Darma Wijaya selaku pimpinan dari tempat YA bekerja, melihat  kasus yang menimpa anak buahnya menyatakan prihatin dengan apa yang menimpa anak buahnya, “harusnya pihak dari kepolisian memediasikan dulu perkara tersebut apalagi merekakan masih tetanggaan, dan itu kan hanyalah luka ringan yang tak terlalu fatal, masuknya adalah tipiring ( tindak pidana ringan) “ujar Darma.

BACA JUGA:  Waspada! Bagi Perusahaan Tak Memberikan BPJS Ketenagakerjaan ada Sangsi Denda Rp 1 Miliar.

Berawal dari kesalah pahaman, miris bila kasus ini tetap dipaksakan, saya berharap kalo memang sudah SPDP nantinya dari pihak kejaksaan akan mengkaji ulang berkas kasus ini, apalagi sudah ada niatan dari pihak terlapor yang mengajukan perdamaian dengan memberikan biaya pengobatan sebesar 2 juta rupiah terhadap pelapor, sudah sepantasnya pihak yang berwenang mau menganulir kembali perkara ini, “terang Darma.

Sudah sepatutnya sebagai Kamtibmas kepolisian mampu bersikap adil, berimbang tidak berkepihakkan kepada salah satu yang berperkara, dan agar dikemudian hari tidak terjadi saling dendam diantara mereka “tegas Darma. (Anna)

Komentar