oleh

GEMPAR Geruduk KPK, Desak Adili Pelaku Korupsi Junaidi Bupati Pemalang

Kabartoday, Jakarta – Gerakan Mahasiswa Pemalang Raya (Gempar) kembali geruduk gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta pada Jum’at (25/10/2019) lalu.

Aksi kedua ini dilakukan setelah aksi pertama terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Junaidi Bupati Pemalang. “Aksi demo kali ini merupakan lanjutan dari aksi yang pertama pada September lalu. “Ucap Syauqi selaku koordinator Lapangan di lokasi demo.

Dalam aksinya, puluhan mahasiswa ini membakar foto wajah Junaedi didepan gedung KPK sebagai bentuk ketidakseriusan KPK dalam menangani kasus korupsi Bupati Pemalang.

BACA JUGA:  Sekda: Demi Kemajuan, Kita Harus Militan Membangun Negeri

GEMPAR sendiri merupakan aliansi mahasiswa yang lahir dari kumpulan aktivis-aktivis mahasiswa, termasuk didalamnya adalah Pertahanan Ideologi Serikat Islam (PERISAI).

Pantauan media ini, ada 12 tuntutan yang disuarakan Gempar, salah satunya mengenai dugaan penyimpangan dana pada pekerjaan pengurugkan tanah untuk kantor DPRD Kabupaten Pemalang ditahun 2016 lalu.

Dugaan korupsi tersebut juga berdasarkan hasil dari BPKB yang dtemukannya kerugian Negara mencapai miliaran rupiah.

BACA JUGA:  OK Henry : Untuk Kelanjutan Pembangunan, Sergai Butuh Sentuhan Harmonis

Gempar juga menyayangkan hingga saat ini belum ada satupun penyidikan lanjutan oleh pihak kejaksaan terkait hal itu.

Semenrara Sena salah satu orator menyampaikan 12 tuntutan, dan jika dalam satu minggu KPK tidak menindaklanjuti kasus tersebut, maka Gempar akan kembali turun dengan membawa massa lebih banyak lagi sampai kasus Bupsti ini diproses hukum. “tegasnya.

“Pada prinsipnya kami mendukung penuh kinerja KPK sebagai lembaga pemberantasan korupsi. Tinggal kami pantau kinerjanya terkait kasus Bupati Pemalang ini. “Kata Sena pada wartawan.

BACA JUGA:  HUT TNI Ke-74, Polres Gresik Berikan Kejutan Kodim 0817

Video terkait

Terpisah ketika dihubungi Hamu Fauzi selaku ketua aliansi GEMPAR pada Sabtu (26/10/2019) malam, pihaknya tidak main-main menyerukan kepada seluruh aktivis, kepemudaan dan mahasiswa baik itu tingkat nasional maupun tingkat daerah untuk ikut turun menyuarakan Indonesia bebas Korupsi, khususnya soal dugaan penyelewengan dana Negara yang dilakukan Junaidi Bupati Pemalang.[]Rae

Komentar