oleh

GMPPD Tegaskan Ferdinan, Rachlan Nashidiq, dan Andi Arief Minta Maaf

Kabartoday, Jakarta – Presidium Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD) menggelar proklamasinya di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Adapun isi proklamasi Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat yang menerima mandat Aspirasi Kader, yakni H. Max Sopacue, SE., MSc., Prof.DR.H. Ahmad Mubarok, MA., dan DR. H. Ahmad Yahya. Maka dengan ini menyatakan dalam siaran persnya sebagai berikut:

Mencermati suasana kebatinan, menerima aspirasi, harapan dan keresahan banyak kader Demokrat, Pasca Pemilu 2019, KAMI sebagai keluarga besar Partai Demokrat bagian dari keluarga bangsa yang tengah berduka cita teramat dalam dan masih berkabung atas wafatnya Hj Ani Yudhoyono.

Di tengah kekhusuan dan suasana khidmat tersebut, KAMI sungguh sangat prihatin dan menyesalkan terjadinya situasi dan kondisi di tengah pusaran utama Partai Demokrat yang meresahkan seluruh kader PD, sehingga mengganggu soliditas, merusak kredibelitas dan integitas Partai Demokrat yang berdampak pada pembusukan Partai.

Berkembangnya pro-kontra dan resisten publik atas pandangan segelintir kader yang menyimpang dari jati diri dan karakter Demokrat yang sejatinya PD berhaluan Nasionalis Religius dengan Karakter Bersih Cerdas dan Santun.

BACA JUGA:  Dirut KAI dan MRT Bentuk Usaha Patungan Integrasi Moda Transportasi

Oleh karenanya sebagai bagian dari keluarga besar Partai Demokrat, penggagas, pendiri dan pembangun kejayaan Partai, menyampaikan pandangan dan seruan moral sebagai berikut :

1). Mendengar dan menghayati opini dan aspirasi rakyat yang berkembang terkait Pemilu 2019 maupun Pasca Pemilu 2019, atas pernyataan beberapa Kader/ Pengurus Partai Demokrat antara lain, Sdr. Ferdinan Hutahahean, Sdr. Rachlan Nashidiq, dan Sdr. Andi Arief, yang kerap melontarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan marwah, karakter dan jati diri Partai Demokrat sehingga melahirkan inkonsistensi dan kegaduhan, membenturkan PD dengan Partai, tokoh dan komunitas lainnya, khususnya terhadap ulama dan umat, yang berdampak adanya antipati dan kontraproduktif terhadap PD.

Maka secara internal KAMI memandang harus dilakukan kebijakan sesuai dengan sistem dan mekanisme yang berlaku. Kepada yang bersangkutan diwajibkan menyampaikan permohonan maaf dan tidak mengulanginya lagi.

2). Terkait dengan hasil Pemilu Pileg 2019, berdasarkan dedikasi dan kerjakeras para Caleg Pusat dan Daerah di tengah segala keterbatasan dan kondisi internal yang tengah mengalami ujian berat, PD bersyukur telah melewati ambang batas 4 persen (7,7 persen) dan meraih posisi urutan terendah sejak Partai Demokrat menjadi peserta Pemilu 2004. Pada 2004, PD menempati urutan kelima dan pada 2019 PD menempati urutan ke 7 dari partai politik.

BACA JUGA:  Rapat Pleno KPU Kabupaten Garut Diwarnai Walk Out Pimpinan Partai

Terkait kondisi ini, diperlukan adanya introspeksi dan evaluasi menyeluruh untuk kemudian bersama seluruh potensi dan kader guna membangkitkan semangat dan langkah bersama mengembalikan marwah dan kejayaan Partai Demokrat.

3). Terkait Pilpres 2019, Partai Demokrat tetap harus konsisten dan istiqamah mendukung dan berjuang secara maksimal bersama pasangan Prabowo-Sandiaga Uno dalam menempuh langkah konstitusional hingga tuntas.

Seiring dengan itu, seluruh kader Demokrat dapat menjalin silaturahim dan rekonsiliasi dengan pihak manapun untuk membangun komunikasi dan rekonsiliasi moral bersama seluruh elemen bangsa dari partai, komunitas dan kerjasama dengan pihak manapun, termasuk mendukung dan bekerjasama dengan Pemimpinan Nasional Presiden RI-Wakil Presiden RI yang disahkan Konstitusi untuk kepentingan dan masa depan bangsa dan negara.

4). Khittah dan Fitrah Partai Demokrat sejatinya adalah Partai Terbuka milik Rakyat dan terlahir dari kekuatan aspirasi dan amanah rakyat. PD bukan milik perseorangan, keluarga atau kelompok tertentu. Demokrat selamanya akan lahir tumbuh dan berkembang seiring dengan denyut nadi, aspirasi dan amanah rakyat.

BACA JUGA:  Amos Mahasiswa dan Juga Wartawan Kabartoday.co.id Jadi Korban Pemukulan Aksi Demo

Mencermati dan merasakan atas kondisi real dan obyektif, dan untuk memberikan kontribusi bagi kehidupan demokrasi yang sehat dan beradab serta perannya dalam pembangunan berkelanjutan, Partai Demokrat harus segera diselamatkan. Demokrat kembali ke FITRAH meraih kejayaannya kembali.

5). Demi untuk penyelamatan PD dan kontribusinya bagi kehidupan demokrasi dan pembangunan berkelanjutan, GMPPD segera menyiapkan dan melaksanakan Silaturahim Nasional untuk memanggil dan mengundang para Kader dan Keluarga Besar Partai Demokrat yang pernah bersama dan berjuang mendirikan dan membangun PD dalam rangka Penyelamatan Partai Demokrat bagi peransertanya untuk terus memperjuangkan aspirasi dan amanat rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Untuk itu KAMI menetapkan momentum puncak GMPPD dengan menyiapkan, mendorong dan melaksanakan suksesnya Kongres Luar Biasa (KLB) selambatnya pada 9 September 2019, mengingat telah berakhirnya Pemilu 2019 dan memasuki masa Pilkada 2020 demi mengembalikan kejayaan PD di 2024 demi untuk masa depan terbaik Indonesia.(Mon/red)

Komentar