oleh

Grebek Lwang Wentar, Tradisi Unik Desa Sawentar Blitar

Kabartoday, Blitar – Perayaan Hari jadinya yang ke 759, Desa Sawentar salah satu Desa yang berada di Kecamatan Kanigoro menggelar Pawai Budaya yang lebih di kenal masyarakat dengan Nama Grebek Lwang Wentar, pada hari Minggu (21/7/2019). Uniknya, seluruh peserta pawai wajib mengenakan pakaian khas adat tradisional.

Pawai yang di Berangkatkan dari depan Balai Desa Sawentar dengan Rute menuju ke arah timur, kemudian menuju Perempatan ke utara dengan mengikuti jalan utama Desa, Hingga Finis di Candi Sawentar yang menjadi Ikon Desa.

Seperti di ketahui bahwa setiap momen Grebek Lwang selalu dipadati ribuan orang dari berbagai daerah disepanjang Rute yang di lalui arak arakan Pawai.

BACA JUGA:  Lewat Lagu, Brimob Maluku Sosialisasi Cegah Covid-19

Ketua Panitia Grebek Lwang Wentar Zulfa Sahala mengatakan dengan tradisi digelarnya Kegiatan Pawai tersebut merupakan rasa ke pedulian dan semangat gotong royong masyarakat Sawentar. Mereka rela secara swadaya menggelar kegiatan Nguri Uri tradisi sejarah Desa.

“Secara swadaya masyarakat bergotong royong untuk mensukseskan Kirab Budaya dengan menyuguhkan fragmen Seni Tradisi, serta produk dan hasil bumi lokal. Ini sesuai dengan tema yang di usung ‘Dengan semangat Gotong Royong, Kita Tumbuhkan Kearifan Lokal Sebagai Potensi Pariwisata Budaya di Kabupaten Blitar. “Kata Zulfa.

BACA JUGA:  Tiga Polisi Kena Tusuk Diserang Segerombolan Orang

Dalam Pawai Budaya itu, berbagai kreasi dan inovasi di tampilkan peserta. Tampak pada kelompok terdepan, yaitu barisan Pramuka, kemudian group drumband, Paskibra, Pasukan Pusaka, jajaran pemerintahan Desa, kelompok gunungan Tumpeng, Lembaga Pendidikan serta berbagai kesenian seperti Tarian, wayang orang, kuda lumping, Reog, Ogoh-Ogoh, dan berbagai produk lokal lainnya, seperti salon rias, soundsystem, miniatur truck dan sebagai nya.

Sementara Kepala Desa Sawentar Sunoto mengatakan, Pawai Budaya ini selain sebagai hiburan, juga sebagai ungkapan syukur masyarakat Desa Sawentar.

BACA JUGA:  Busrial Aleks: Militansi Relawan Prabowo-Sandi Pasang 200 Spanduk

“Selain sebagai hiburan tentunya juga untuk mengedukasi masyarakat agar mensyukuri terhadap apa yang telah di berikan Allah SWT, tujuannya jangan melupakan sejarah .”Kata Sunoto.

Hal yang sama juga dikatakab Sekertaris Desa Sawentar Rudiono, ia mengulik kebiasaan menarik di penghujung kegiatan Pawai Budaya tersebut adanyg puluhan Gunungan tumpeng yang berisi berbagai hasil bumi warga.

“Puluhan tumpeng itu nanti bisa di perebutkan masyarakat sebagai tuah atau berkat. nanti akan di mulai secara simbolis oleh Bupati Blitar di tempat Finis.yaitu di Area Candi Sawentar. “Terang Rudiono.[] Dwi

Komentar