oleh

Gubernur Kalbar Akan Beri Rp 3 Juta Sampai 400 Juta Bagi Kades Mandiri

Kabartoday, Kalbar – Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji mengingatkan seluruh kepala Desa nya harus bisa dan mau untuk merubah status desanya dari desa teringgal menjadi desa Mandiri.

Sutarmidji juga menyebut ada Kepala Desa dan masyarakat tidak mau untuk menaikan status desanya menjadi desa mandiri, karena duitnya paling besar, makin sangat tertinggal makin besar anggaran ADD, itu salah.

“Karena desa bapak tidak dipandang orang, “Tegas Gubernur Kalbar H.Sutarmidji, Selasa (2/4/2019) saat berkunjung dan bersilaturahmi dengan masyarakat di Desa Pandang Tikar Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya.

Menurutnya itu adalah cara berpikir yang salah, jangan kita berpikir menganai anggaran yang didapat lebih besar, kasian masyarakatnya, dan akhirnya desa tidak bisa bersaing.

“Sebesar apapun dana desa itu kalau cuma dana desa yang diharapkan untuk membangun menjadi desa mandiri, 50 tahun pun tidak akan berubah, “ucap Midji,

BACA JUGA:  Calon Kades Kadu Asdiansyah hadir di Acara Bukber

Lebih lanjut, ia menyarankan semua Kepala desa nya untuk berkunjung semacam study banding ke Desa Sutra Mandiri di Sukadana Kabupaten Kayong Utara Kayong Utara, dan hampir semuanya desa yang ada dikayong utara itu kondisinya bagus.

“Desa Sutra Mandiri adalah satu-satunya Desa Mandiri yang ada di Kalimantan Barat, “ujarnya.

Dikatakan Midji, ia akan kasih insentif atau program sekitar Rp. 3 juta sampai Rp. 400 juta kepada kepala desa yang bisa mengubah status desanya dari desa tertinggal menjadi desa mandiri.

“Tahun depan APBD Provinsi sekitar 20% dari belanja langsung akan diarahkan untuk membangun 52 indikator desa mandiri yang menjadi tanggung jawab provinsi, ada 17 indikator yang berat-berat. “Ulas Midji.

BACA JUGA:  Sektor Pariwisata Harus Mampu Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Program Pemerintah Pusat kata ia hingga Provinsi salah satu Prioritasnya meningkat di bidang pendidikan. Di bidang itu harus mejadi perhatian bersamadan , jangan ada anak-anak yang tidak tamat SMA, karena tahun depan untuk SMA dan SMK tidak lagi membayar uang sekolah, akan digratiskan dan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi.

“Kalau masih ada yang tak mampu akan saya alokasikan anggaran sekolah bagi mereka. Kalau Bapak mau mengubah ekonomi keluarga tidak ada lain, selain meperhatikan pendidikan anak-anak kita,, kalau kita mau bahagia dimasa tua, maka pendidikan anak harus diperhatikan, “ungkapnya.

Gubernur Kalbar juga mengingatkan Pemkab Kubu Raya untuk menerima usulan-usulan yang ada di musrenbang tahun 2020, agar bisa disinergikan dengan provinsi untuk disampaikan.

BACA JUGA:  Istri Napi Terorisme Umar Patek, Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

“Cepat disampaikan yaaa, bagian kinerja dinas-dinas, kita akan prioritaskan dari hasil musrenbang Kabupaten Kubu Raya akan kita sinergikan dengan Provinsi, Kalau Pemerintah Kubu Raya bisa mencarikan lahan, akan saya bangun sekolah unggulan, karena setiap Kabupaten direncanakan akan saya bangun sekolah unggulan. “jelasnya.

Untuk tahun ini, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) menghimbau Kabupaten Sambas dan Mempawah, Gubernur Juga meminta kepada Camat untuk mendata sekitar 50 rumah yang tak layak huni untuk segera direhab, tapi terutama dirumah-rumah pinggiran,

“Kasi tau saja ke saya, dan masukan datang ke saya. “Singkat Midji.

Sementara Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo menyambut baik dan akan segera mensinergikan segala program Kabupaten dengan Provinsi.(Gun)

Komentar