oleh

Hairul Anas Beberkan Pelatihan Saksi TKN 01 Ciderai Demokrasi

Kabartoday, Jakarta – Pada sidang sengketa Pilpers 2019 agenda mendengarkan keterangan para saksi dan ahli di Mahkamah Konstitusi (MK) pada hari Rabu (19/6/2019) hingga kamis (20/6/2019) dini hari, Saksi dari keponakan Mahfud MD, Hairul Anas Suaidi mengejutkan se isi ruang sidang MK.

Hairul Anas Caleg PBB yang dipimpin Yusril Ihza Mahendra ini mengaku pernah mengikuti pelatihan saksi TKN 01 yang menurutnya mencederai demokrasi.

Dalam pengakuannya, Anas diutus partainya mengikuti pelatihan saksi yang dilaksanakan oleh Saksi TKN 01.

BACA JUGA:  Pantau Banjir Jakarta Lewat Aplikasi JAKI

Anas menyentak ruang sidang, karena ia membocorkan materi sensitif pada pelatihan tersebut dengan menyebut salah satu materi yang didapat dari pelatihan saksi TKN 01 dipaparkan adalah materi berjudul “Kecurangan adalah Bagian Demokrasi” yang dibawakan oleh Moeldoko.

Tentunya kata Anas materi tersebut mengusik idealisme dirinya dan beberapa teman-temannya.

“Materi ini menjadi bahan pembicaraan kami hingga di kamar. ”ucap Anas.

BACA JUGA:  Quick Count SOHN Denmark Rilis Prabowo 58,5%, Jokowi 42,3%

Anas membeberkan tentang strategi mengajak masyarakat menjadi golput untuk memenangkan paslon 01 Jokowi Ma’aruf.

“Menurut saya ini tidak benar Yang Mulia. Kok kita malah mengajak orang untuk golput. “Urai Anas dihadapan majelis hakim MK.

Selain itu, Anas juga mengutarakan adanya kalimat-kalimat yang tidak pantas seperti aparat tidak boleh netral.

“Aparat itu tidak boleh netral. Kalau aparat netral, buat apa? ”Anas mengutip kalimat dari salah satu pemateri mengenai netralitas aparat negara. Kalimat tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

BACA JUGA:  Tifauzia Sebut PSBB Kebijakan Politik Ekonomi, Bukan Kebijakan Kesehatan

Lebih rinci Anas mengatakan bahwa pelatihan yang diikutinya adalah Training of Trainer untuk para trainer saksi Jokowi – Ma’aruf tersebut juga mengajak para peserta mengangkat isu-isu di medsos yang mengaitkan kubu 02 dengan Islam radikal, HTI, Khilafah, dan yang berbau ekstrimis.(Op/red)

Komentar