oleh

Hasbi Jayabaya Ajak Masyarakat Banten Tolak Paham Radikalisme

-Aktual-75 views

 

Jakarta (Kabartoday ) BANTEN  Anggota DPR RI dari Dapil Banten satu (1) Lebak-Pandeglang Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)Muhamad Hasbi Asyidiki Jayabaya angkat bicara terkait insiden penususukan terhadap Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto. Insiden penusukan itu terjadi Kamis 10 Oktober 2019 di lapangan depan pintu Alun-alun Menes, Kabupaten Pandeglang pada saat Mantan Panglima ABRI bersalaman dengan warga.

“Pencobaan pembunuhan yang dialami oleh Pak Wiranto tentu menjadi catatan penting untuk warga Banten khusunya Pandeglang. Untuk itu, saya menghimbau kepada pemerintah agar terus membumikan nilai-nilai pancasila,”kata Mohamad Hasby Asidiqi Jayabaya saat dihubungi wartawan Jawapos online lewat telepon selulernya, Minggu (13/10) sekira pukul 10.00 Wib di Lebak.

BACA JUGA:  AKP Didik dan Warga Ikut Memadamkan Bara Api Yang Masih Menyala Pasca Insiden Kebakaran SMK Yadika 6

Dikatakan Hasby bahwa nilai-nilai yang terdapat di dalam pancasila itu sebagai bahan untuk refleksi itu semua diperoleh dari ajaran-ajaran islam, dimana islam merupakan agama yang Rahmatan Lil Alamin dalam arti kata berkah untuk Alam semesta,”Arti Rahmat Lil Alamin berkah kebaikan bukan untuk sesama muslim tapi untuk seluruh Umat Manusia”terang Hasby.

BACA JUGA:  2 Buron Koruptor Kelas Kakap Tertangkap Menurut IPW, Polri Kok Slow Respon?

Hasbi yang merupakan anak dari Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten Mulyadi Jayabaya juga mengajak kepada seluruh masyarakat Banten khususnya Pandeglang untuk bersatu memajukan bangsa dan tentunya bersama-sama menolak paham radikalisme agar tidak memasuki daerah Banten. Dirinya juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk ikut mendoakan kesembuhan Pak Wiranto semoga beliau bisa segera sembuh dan bisa bekerja kembali.

“Akibat insiden pencobaan pembunuhan ini, Semua pemangku kebijakan dan pejabat publik yang ada di Banten merasa sedih,Walaupun semua telah mengketahui identitas (E-KTP) kedua pelaku bukan berasal dari warga Pandeglang,”ujar Hasby.

BACA JUGA:  Kompetisi Kasus Bisnis Tingkat Asia PPM School of Management

Seperti yang diketahui dari pemberitaan di media-media bahwa Jendral (Purn) Wiranto ditusuk seorang pria setelah menghadiri peresmian gedung perkuliahan Universitas Mathla’ur Anwar (UNMA) Banten. Kemudian dirinya bergeser untuk pulang dan menyempatkan waktu bersalaman bersama warga di Alun-alun Menes Pandeglang. Setelah itu, muncul seseorang yang tidak dikenal muncul dari sebelah kirinya kemudian menusuknya hingga Wiranto terkapar.(Boim / Bbg)

Komentar