oleh

Hashtag #INAelectionObserverSOS Pukulan Telak Bagi Sang Petahana

Kabartoday, Jakarta – Hashtag #INAelectionObserverSOS ini muncul diberbagai sosial media, terlebih viralnya di twitter. Hashtag itu sendiri dikatakan seorang aktivis Muslim, Von Edison memiliki Arti ‘pemilu Indonesia darurat.

Von menilai lembaga pemilu harus berada pada posisi yang independen, karena international harus tahu bahwa penyalahgunaan kekuasaan rezim jokowi telah menodai demokrasi indonesia sehingga perlu adanya pihak yang betul-betul independent.

BACA JUGA:  Ratusan Kotak Suara Tanpa Disegel Ada di Salah Satu Gudang di Makasar

Melalui pesan WhtsApp nya kepada redaksi kabartoday.co.id, Sabtu (23/3/2019) Von mengingatkan kepada penegak hukum, ASN, dan pihak-pihak yang harusnya berdiri pada independensi dan netralitas jangan terlalu jauh masuk ke kancah politik dan mendukung penuh dengan beebagai cara barisan Petahana (Jokowi) di Pilpers 2019.

“indonesia sudah menyimpang dari treknya, maka solusinya adalah pihak international yang lebih netral bisa membantu pemilu indonesia. “Ucap Von.

BACA JUGA:  Ust Fajar Putra Mahkota Pendiri FBR Almarhum KH. Fadholi Siap Tampil

dikatakannya, hashtag itu juga menunjuk muka rezim Jokowi selaku pemerintah yang sudah tidak sehat, jurdil dan menyalahgunakan kekuasaan demi untuk menang. Tentu saja prilaku rezim ini tidak saja melanggar undang-undang dan menciderai amanah rakyat, tetapi juga merusak keadilan dan kejujuran.

“Agama melarang memilih pemimpin yang tidak amanah, menyalahgunakan kekuasaan, pembohong, ingkar janji dan otoriter. “Ulas Von.

BACA JUGA:  KAMAH Laporkan Agum Gumelar Ke Bareskrim Mabes Polri

Hal yang paling berbahaya kata Von adalah kemarahan rakyat yang mampu memaksa presiden turun dari kekuasaan melalui kudeta.

“Saya berharap pihak petahana jangan memancing hal itu, jangan memancing kemarahan rakyat dengan memanpaatkan lembaga, penegak hukum, dan ASN untuk mendulang suara di Pilpers 17 April 2019.(Op/red)

Komentar