oleh

HK Alias Iwan dkk Akan Dilaporkan Balik Terkait Keterangan Palsu

Kabartoday, Jakarta – Tim kuasa hukum Mayjen. TNI (Purn) Kivlan Zen akan melaporkan balik HK alias Iwan dan kawan-kawannya sehubungan testimoni dan keterangan palsu atas tuduhannya terhadap Kivlan Zen.

Lima tim kuasa hukum Kivlan Zen, yakni Ir. Tonin Tachta, SH, Pitra Romadoni Nasution, SH.MH, Julianta Sembiring, SH, Muhammad Yuntri, SH, dan Hugo, SH., akan datangi Bareskrim Polri guna membuat laporan kepolisian pada hari Senin, tanggal 17 Juni 2019 pukul 11.00 WIB

Dikatakan Pitra Romadhoni saat dikonfirmasi, Minggu (16/6/2019) malam, ia menyebut laporan balik atas HK alias Iwan dkk berkaitan dengan Testimoni ucapan bohong atau keterangan palsu yang menyatakan kepemilikan senjata Api dan informasi ancaman pembunuhan akan dilakukan Kivlan Zen.

“Ya besok kami akan lapor balik Iwan/HK dan kawan-kawannya ke Bareskrim Polri. Mereka sudah membuat keterangan palsu dan menuduh klien kami Kivlan Zen pemilik senjata api ilegal dan akan melakukan pembunuhan terhadap 4 jenderal plus 1 pemilik lembaga survei. “Urai Pitra.

BACA JUGA:  Japnas Sumut Ajak Para Pengusaha Ciptakan Iklim Usaha Yang Kondusif

Pitra juga menyebut terhadap Sdr. Iwan, dkk, ranahnya dalam dugaan Pasal 29 Jo pasal 45 ayat (3) UU ITE Jo pasal 55 KUHP dan pasal 317 KUHP tentang Ancaman Pembunuhan dan Keterangan Palsu.

Sebelumnya Polri telah menggelar konferensi pers yang diadakan di kantor Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Selasa (11/6/2019),

Dalm konferensi pers tersebut, kesaksian Iwan/HK dan kawan-kawannya menuduh Kivlan Zen. Bahkan HK/Iwan dkk juga menyebut Kivlan Zen orang yang dituduhkan dalam perencanaan pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional dan satu orang pemilik lembaga survei.

Dalam video kesaksian Iwan alias HK, Kivlan Zen disebut sebagai sosok yang memberi perintah. Meski publik menilai terlihat ekspresi penyesalan dan psikologis kebohongan kesaksian HK alias Iwan saat rekaman kesaksiannya diputar di konferensi pers Polri bersama Wiranto.

BACA JUGA:  Prabowo Marah Kepada Pengawalnya: 'Jangan Dorong Rakyat'

Sementara itu, Tonin Tachta Singarimbun salah seorang pengacara Kivlan Zen mengatakan dalam konferensi pers nya di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019) malam.

Tonin sebut pemberitaan-pemberitaan yang beredar bahwa Kivlan Zen merencanakan pembunuhan, dll adalah Hoax.

Tonin menilai pemberitaan-pemberitaan itu adalah kesimpulan yang dipaksakan dan tidak miliki bukti.

“Tuduhan ke Pak Kivlan berencana membunuh para tokoh, adalah hal yang tidal logis secara hukum dan bukti-buktinya pun tidak ada dan sangat lemah, apalagi belum digelar perkara oleh Kepolisian,” terang Tonin.

Terkait pemberitaan yang banyak beredar, Advokad Tonin, SH menduga adanya skenario berlatar belakang politik. Terlihat pernyataan Kapolri Jendral Tito Karnavian dan Irjen Pol Moh Iqbal pada konferensi beberapa waktu lalu telah bermetamorfosa dari pembunuhan ke kepemilikan senjata api.

BACA JUGA:  Group Accor Jatim Gelar, 'Accor Sport Day

Salah satu pengacara Kivlan Zen, Muhammad Yuntri juga menyatakan cerita yang dirilis dan diramaikan media massa adalah berbanding terbalik soal pembunuhan empat pejabat negara yang dituduhkan didalangi oleh Kivlan.

Menurutnya, justru Kivlan Zen yang menjadi target pembunuhan.

“Sampai saat ini kita mau ketemu Heri Kurniawan (HK/Iwan) enggak bisa, dikhawatirkan cerita Iwan dengan yang kami terima dari Pak Kivlan itu berbeda. “ungkap Yuntri saat dihubungi, Selasa (11/6/2019).

Justru kata Yuntri, Iwan datang ke Kivlan untuk memberikan informasi bahwa ia mengatakan Kivlan akan dibunuh oleh empat orang yang kini diduga menjadi sasaran pembunuhan, yaitu Gorries Mere, Luhut Pandjaitan, Wiranto dan Budi Gunawan.

“Iwan justru datang ke Pak Kivlan mengatakan, Pak Kivlan mau dibunuh oleh empat orang itu. “paparnya.(Op/red)

Komentar