oleh

HMI Unjuk Rasa di Depan Kantor DPRD Kota Bekasi

Kabartoday, Bekasi – Senin 27 Mei 2019 sekitar Pukul 16.00 Wib Salah satu organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bekasi melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Bekasi, jawa barat.

Masa aksi yang berjumlah 30 orang menyuarakan aspirasinya dengan membawa sejumlah spanduk yang bertuliskan hentikan Perpecahan, ‘Stop Tindakan Represif Aparat, dan Usut Tuntas massa aksi 21-22 Mei.’

Selain itu, masa aksi juga melakukan orasi dan membakar ban bekas dijalan raya depan kantor DPRD Kota Bekasi yang mengakibatkan kemacetan panjang.

BACA JUGA:  Alasan Salah Ketik, Bawaslu Banyuwangi Hentikan Laporan Dugaan Money Politik

“Tadi perwakilan kami sekitar pukul 16.30 wib telah diterima oleh perwakilan anggota DPRD Kota Bekasi dari fraksi PPP H. Solihin. “Kata korlip aksi saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (28/5/2019).

Menurut Solihin, keprihatinan mendalam telah dirasakannya sebagai lembaga aapirasi rakyat, “semua proses hukum atas terjadinya berbagai insiden di aksi 21-22 Mei kemaren, saya menyerahkan semuanya ke pihak kepolisian untuk mengetahui mana yang harus menjadi penyebabnya dan siapa yang bertanggung jawab, “ucap Solihin. Masih sambungnya,Terima kasih juga

BACA JUGA:  Reskrim Polsek Banyuwangi Ciduk Penjual dan Pemasok Puluhan Liter Arak Bali

Munculnya konten Hoax yang kian merebak, ia meminta Kominfo agar lebih selektif dalam menyikapinya. Bahkan Solihin juga mengingatkan ke institusi kepolisian agar dipelajari dan di kaji terlebih dulu terhadap pelanggar UU ITE.

“Kominfo harus lebih selektif dalam menjaring konten Hoax, begitu juga polisi. tak seharusnya main tangkap dan dipenjarakan, mereka juga rakyat Indonesia yang punya Hak untuk bebas, kasian keluarganya. “Ulasnya.

BACA JUGA:  Marak Jual-Beli Buku di Sekolah, Ini Instruksi Kadisdik Garut

Sementara pernyataan Komisaris Besar dari Aliansi HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) melalui anggotanya Sapta Danmas menuntut seluruh elemen baik pemerintah, kepemudaan dan keagamaan untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.

“Kepolisian harus netral dan bersikap mengayomi masyarakat, gunakan arah persuasif dan nurani terhadap timbulnya konflik politik yang sedang memanas ini. “Tutupnya.(Tom)

Komentar