oleh

Humas PDAM TKR Kab Tangerang Akui Buta Soal Perda

Kabartoday, Tangerang – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja (TKR) yang berada di jalan Kisamaun No 204, Sukasari, Kecamatan Tangerang, Provinsi Banten diduga buta Perda tentang pemasangan baru dan pemasangan kembali soal PDAM.

Hal ini diketahui ketika sekitar pukul 13:30 WIB (20/5/19) beberapa awak media menemui Humas PDAM TKR, Samsudin dikantornya, Jum’at (24/5/2019).

Awak media menanyakan perihal Pemasangan Kembali (PK), Samsudin mengatakan untuk Pemasangan Baru (PB) dikenakan biaya sebesar Rp. 1.200.000.00 (Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah) demikian pula dengan Pemasangan Kembali (PK) dikenakan biaya serupa, dan itu harga mati.

BACA JUGA:  FKOR: Ajang Pilkada Jangan Dipolitikisasi Dengan Wabah Corona

Menindaklanjuti terkait tarif PK dan PB, Samsudin tidak bisa menjawab tarif tersebut tercantum dalam Perda nomor berapa, pasal berapa dan ayat berapa.

“Kalau soal perda, kalian kirim surat permohonan ke kami, nanti kami balas soal perda tersebut. “Kata Samsudin.

Sangat disayangkan jawaban seorang humas PDAM TKR Tangerang tersebut yang terkesan tidak memahami perda dan tata kelola komunikasi.

BACA JUGA:  Dua Wagub Akan Hadiri Pembukaan Sidang Sinode III Keuskupan Amboina

“Soal perda sebenarnya tinggal klick mbah google ajah pa, gituh ajah kok repot dan bingung. “Kata wartawan.

Berselang beberapa menit kemudian, Samsudin lalu memberikan secarik kertas yang berisi Perda 17 tahun 2001 jo Perda 13 tahun 2014, tentang pengelolaan dan pelayanan air bersih PDAM TKR Kabupaten Tangerang, lalu Pasal II ayat (3).

BACA JUGA:  Kawasan Hutan Lindung Sei Beduk Jadi Lokasi Judi Sabung Ayam

Bahkan tertulis juga, SL akan dipasang kembali setelah pelanggan melunasi tunggakan, denda-denda, biaya administrasi lainnya serta membayar pemasangan baru.

Ketika ingin dikonfirmasikan ke pimpinan atau Dirut PDAM, Samsudin menolak dengan nada sedikit keras.

Samsudin mengakui dirinya tidak hafal dan kurang memahami perdanya, “soal Perda ada dibidang Hukum mas, saya tidak paham soal itu, dan filenya juga dikantor. “Akuinya.(Op/Zoe)

Komentar