oleh

Ijtima Ulama III Siap Hadapi Kecurangan Pemilu 2019

Kabartoday, Bogor – Ijtima Ulama III digelar sebagai bentuk keprihatinan dalam menyikapi gejolak pemilu curang. Acara yang digelar oleh sejumlah ulama dan para tokoh Nasional ini mengambil lokasi di Hotel Lor In, Kawasan Sirkuit Sentul Internasional JL. Tol Lingkar Luar Bogor KM. 32 Desa Babakan Madang Kec. Citeureup Kab. Bogor, Jawa Barat.

Menurut penanggungjawab Ijtima Ulama III yang juga sebagai ketua GNPF, Yusuf Muhammad Martak bahwa pelaksanaan Ijtimak Ulama ke-III, mendengarkan pemaparan terkait dari para tokoh ulama dalam menyikapi kecurangan Pemilu 2019.

“Kami akan mendengarkan pandangan dari para pakar IT, pakar hukum dan pakar tata negara, karena untuk menghasilkan rekomendasi bagaimana solusi kita menghadapinya kecurangan Pemilu 2019 supaya tidak bertentangan dengan syariat agama dan hukum konstitusional. “Ucap Martak di Sentul, Rabu (1/5/2019).

BACA JUGA:  Rakernas KSPI 'Wujudkan keadilan dan Kesejahteraan Sosial

Dikabarkan juga jtima Ulama ke III dihadiri sekitar 1.000 orang gabungan para alim ulama dan para tokoh nasional asal seluruh Indonesia.

Sementara Wakil Ketua Panitia Ijtima Ulama III, Bernard Abdul Jabbar menyampaikan bentuk apresiasinya kepada para undangan yang hadir.

Hadirnya capres dan cawapres 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bukan salah satu undangan, kedatangan capres 02 ini hadir di Hotel Lor In Sentul hanya memberikan dukungan moril dan mengawal rapat tertutup tersebut agar menghasilkan yang terbaik untuk rakyat Indonesia.

BACA JUGA:  Sri Mulyani Tegaskan Anggaran Dana Desa Bukan Untuk Kepala Desa

“Kami memastikan untuk semuanya bahwa panitia tidak mengundang kehadiran Capres/Cawapres Paslon 02 dan para Ketua Umum Parpol koalisi pada rangkaian acara Ijtimak Ulama ke III ini, karena tidak ada hubungannya dengan Capres/Cawapres maupun Parpol, namun kami juga mempersilahkannya hadir pada saat akhir Ijtima. “Terang Bernard.

Rapat Ijtima Ulama ke III dikatakan Bernard kembali dimulaiĀ  pukul 13.00 wib siang tadi, dan membahas per-korwil yang nantinya akan disampaikan kepada pimpinan guna diambil kata kesepakatan.

BACA JUGA:  Sebut Omnibus Law Berpotensi Jadi Penyebab Waktu Kerja yang Eksploitatif, Serikat Pekerja Beberkan Alasannya

“Inti dari musyawarah per-korwil bahwa, tidak akan menerima putusan KPU yang penuh kecurangan, sehingga seluruh umat Islam untuk bersatu melawan kezaliman pemerintah dengan melakukan People Power. “Jelasnya.

Menyikapi permasalahan kecurangan pemilu, Bernard juga menyampaikan bahwa akan dibentuk kantong-kantong kekuatan disetiap wilayah seperti dapur umum, dan posko kesehatan disetiap wilayah.(Hrs)

Komentar