oleh

IKAMI: Polri Jangan Langgar Prinsip Hukum Konstitusi UUD 1945 di Kasus Abu Janda

Kabartoday, Jakarta – Penyidik Bareskrim Polri dikabarkan telah memanggil Permadi Arya alias Abu Janda pada hari Jum’at (29/5/2020) terkait laporan Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) pada 10 Desember 2019 lalu dengan nomor laporan STTL/572/XII/2019/Bareskrim.

Dalam pemanggilan terhadap Abu Janda, polisi baru akan memulai penyelidikan kasus dugaan ujaran kebencian yang diperbuat oleh Permadi Arya alias Abu Janda dengan melontarkan kata-kata melalui sosial media dan menyebut teroris punya agama dan agamanya adalah Islam, sehingga menimbulkan keresahan ditengah masyarakat dan umat islam.

Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan akui Bareskrim baru memulai melakukan penyelidikan atas laporan tersebut. Bahkan dalam siaran langsung di akun Youtube Tribrata TV, Jumat (29/5/2020), Ahmad Ramadhan juga menyebut Permadi Arya alias Abu Janda akan memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus ujaran kebencian di sosial media.

“Permadi Arya alias Abu Janda akan diperiksa sebagai saksi pada hari ini, dan terlapor juga akan memberikan keterangannya. “Ucap Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Jumat (29/5/2020) kemaren.

BACA JUGA:  Rudi Gunawan Optimis Kursi Kosong Eselon II Jabatan Kadis Kab. Garut Segera Diisi

Namun kepolisian menunda agenda pemeriksaan saksi pelapor terkait laporan yang dilayangkan terhadap Permadi Arya alias Abu Janda tentang dugaan ujaran kebencian.

Sekjen Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI) Djudju Purwanto mengatakan dalam agenda pemeriksaan, seharusnya ada dua saksi pelapor yang dimintai keterangan oleh penyidik Bareskrim Polri.

“Kemarin sudah ketemu penyidik, tapi penyidik ada kegiatan mendadak, tapi kita sudah ketemu nanti mau dilanjut,” kata Juju ke Wartawan, Sabtu (30/5/2020).

Dikabarkan, Abu Janda alias Permadi Arya siang ini kembali dijadwalkan jalani pemeriksaan yang hanya dikenakan status saksi atas dirinya di Mabes Polri, Jakarta.

Abu Janda akan jalani pemeriksaan atas dugaan penistaan agama, penghinaan (hate speech) melalui media elektronik, melontarkan kata-kata yang dianggap ujaran kebencian dan berakibat menimbulkan permusuhan terutama kepada umat muslim melalui akun sosial media miliknya.

Kuasa hukum pelapor, Djudju Purwantoro, mengatakan, pihak pelapor siang ini juga akan mendatangi Mabes Polri. Pemanggilan para saksi adalah bentuk tindak lanjut dari Bareskrim Polri atas Laporan Polisi Nomor: STTL/572/XII/2019/Bareskrim yang dibuat pada 10 Desember 2019 dengan pelapor Mariko Herlianko.

BACA JUGA:  Aktivis 80 Sebut Kecurangan Pemilu, Matinya Demokrasi Indonesia

“Kami berharap, penyidik Polri terus memproses kasus tersebut sampai ke meja hijau. Jangan sampai timbul anggapan di masyarakat yang mayoritas muslim bahwa Abu Janda adalah warga negara istimewa yang tidak bisa tersentuh hukum, “kata Djudju, Sabtu (30/5/2020).

Dia mengingatkan, jika hal tersebut terjadi, maka bisa melanggar prinsip Indonesia sebagai negara hukum sesuai konstitusi UUD 1945. Di mana setiap warga negara berkesamaan hak dan kewajibannya dihadapan hukum (equality before the law).

“Para saksi kami ustazah Nena Zaenab dan Ratna Sari, siap datang kembali guna memenuhi panggilan Cyber Crime Mabes Polri, untuk melengkapi BAP (berita acara pemeriksaan), mereka kita dampingi, “jelasnya.

Abu Janda, diduga melanggar pasal 45A (ayat 2), jo pasal 28 (ayat 2) UU Nomor 19 tahun 2016, tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, jo pasal 156A KUHP.

BACA JUGA:  Reskrim Polsek Kedamean Berhasil Ungkap Kasus Pencurian Dengan Pemberatan

Pemeriksaan terhadap saksi pelapor ini dikatakan Juju merupakan agenda yang pertama. Sementara untuk pelapor, yakni Mariko Herlianko, disebut Juju telah diperiksa pada Desember 2019 lalu.

Terkait kasus ini, Juju mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam mengusut laporan terhadap Abu Janda. Sebab, Juju menilai banyak laporan terhadap Abu Janda di kepolisian yang tak diketahui kejelasan proses hukumnya sampai saat ini.

Sebelumnya Abu Janda bukan kali pertama ini dilaporkan ke polisi akibat unggahannya di sosial media. Abu Janda juga pernah dilaporkan pada bulan November 2018 silam oleh Alwi Muhammad Alatas usai Abu Janda membuat konten video kontroversial tentang bendera berkalimat tauhid di rumah Rizieq Shihab di Arab Saudi. Laporan Alwi diterima Polda Metro Jaya dengan nomor
TBL/6215/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus.

Kinerja kepolisian dipertanyakan, banyak pihak menilai meski Abu Janda sudah dilaporkan berkali-kali, namun nampaknya Permadi Arya alias Abu Janda kebal hukum, ada apa dengan aparat kepolisian?[]Op/red

Komentar