oleh

IKEBA Menggelar Agenda Guna Pelurusan Sejarah Yayasan UNKRIS Di Pendopo Kampus

Kabartoday, Bekasi – Pengurus Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKEBA) Universitas Krisnadwipayana Jakarta membuat acara di aula pendopo sekira pukul 10.00 WIB wilayah Jatiwaringin, Pondok Gede Bekasi Jawa Barat, Selasa (30/3/2021).

Tujuan agenda hari ini dalam forum IKEBA yaitu membahas “Pelurusan Sejarah Yayasan Universitas Krisnadwipayana”, Mengembalikan Marwah Yayasan sebagai Badan Penyelengagara sesuai Undang-Undang Yayasan dan mensasar Universitas Krisnadwipayana Jakarta menjadi perguruan tinggi unggulan,” ujar Dr Nata Irawan S.H, M.SI

Acara yang di hadiri Pontas Pasaribu S.H, Drs Rahedi Soegoeng M.si, Drs Muhadi Riyanto M.M , namun Prof Dr T Gayus Lumbuun S.H, M.H, Fadil Djuawaid S.H, M.H selaku nara sumber acara namun berhalangan hadir karena ada tugas yang tidak bisa di tunda, dan seluruh anggota Ikatan Keluarga Besar Alumni Universitas Krisnadwipayana hadir dalam acara tersebut.

Senin (29/3) kemarin Ketua Umum IKEBA UNKRIS Dr Nata Irawan, S.H, M.Si, Sekjend IKEBA Dr Bongsu Saragih, S.E, M.M didampingi beberapa pengurus IKEBA melapor kepada Ketua Pembina IKEBA Dr (HC) Zulkifli Hasan, S.E, M.M sebagai salah satu Alumni FE (Fakultas Ekonomi) S1 Unkris Saat ini beliau sebagai wakil MPR-RI dan juga sebagai Ketua Umum PAN sangat mensuport dan mendukung acara yang akan digelar IKEBA UNKRIS, “Pelurusan Sejarah Universitas Krisnadwipaya yang akan diadakan di Kampus dengan mengikuti serta mentaati Protokol Kesehatan. Dari hasil pertemuan tersebut disepakati bahwa nama – nama dari 12 pendiri UNKRIS sejak tahun 1952 harus diabadikan dalam lembaran sejarah di lingkungan kampus agar seterusnya para mahasiswa/i mengetahui sejarah Unkris dengan baik dan benar…, Jaya.., Jaya.., Jayalah Unkris…!!,” Kata Dr Nata Irawan S.H, M.Si selaku Ketua Umum IKEBA di depan Forum.

BACA JUGA:  Pasca Libur Lebaran, Layanan Satpas SIM Diserbu 455 Pemohon

Masih kata Nata, Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dr Aziz Syamsudin S.E, S.H, M.H dan Dr Syarifudin Hasan S.E, M.M selaku anggota Dewan Pembina IKEBA yang juga sebagai alumni, beliau dengan tegas mendukung inisiasi pengurus IKEBA dalam meluruskan sejarah Yayasan UNKRIS.

“Dalam agenda forum IKEBA kali ini para pengurus dan anggota membahas agar kedepan pihak yayasan bisa lebih transparan dalam melaporkan AD/ART kepengurusan yayasan dan IKEBA menjadi kontrol dan wadah untuk memfasilitasi setiap problema-problema yang hadir dalam lingkungan kampus.

BACA JUGA:  23 Janji Kampanye Anies Hampir Terealisasi, GPMI Dukung Total

Pontas Pasaribu S.H, M.H adalah Alumni Fakultas Hukum dan termasuk anggota IKEBA, dirinya menjelaskan, “Karena saya alumni sejak masuk ke kampus ini, memang sudah terbiasa mempelajari dan mendokumentasikan dokumen-dokumen yang pernah dirinya lihat history menyangkut keberadaan UNKRIS dari awal sampai saat ini,” jelasnya.

Masih sambung Pontas, hanya saja saya mendengar tentang dikaburkannya sejarah UNKRIS yang seolah hilang atau sejarahnya tidak berkesinambungan, Kalaupun pernah ada konflik, tidak pernah menyangkut hal yang mendasar seperti ini, hal yang mendasar adalah eskistensi dari pendiri”, tegasnya.

BACA JUGA:  Adik Wagub Maluku Kembali Diperiksa Penyidik

RS diduga bukan salah satu pendiri sesuai data yang ada, jadi bukan terlalu ekstrim pendapatnya salah kaprah dan Pontas Pasaribu selaku anggota IKEBA bisa membuktikannya dengan dokumen yang ada, termasuk Akte pendiriannya yang di catatkan di notaris lalu di daftarkan dan di tambahan berita negara, dari tahun 1954 sampai anggaran dasar tahun 2002 serta 12 anggota tersebut masih eksis. tapi tahun 2003, tiba-tiba muncul seolah-olah pendirinya RS dan yang 12 anggota sebagai pendiri atau perumus itu hilang.

IKEBA berdiri tahun 1985 forum ini berfungsi sebagai kontrol, menghimpun potensi-potensi yang ada khususnya UNKRIS Jakarta. Harapan dari forum ini jika terjadi polemik, “kita harus duduk bersama, kalau tidak mau yang kita harus tetap jalan, kita harus meluruskan sejarahnya, siapa yang berkontribusi besar buat UNKRIS,” tutup Dr Bongsu Saragih []TOM

 

Komentar