oleh

Indonesia Muda Tolak Dwi Fungsi TNI

“Mengajukan dwi fungsi TNI ditengah bangsa Indonesia sedang mengalami transisi Demokrasi sama saja membangkitkan hantu di siang bolong”

 

Kabartoday, Jakarta – Sejarah panjang Dwi fungsi ABRI telah menyisakan banyak peristiwa di zaman Orde baru. Pada setiap peristiwa telah memacu bangsa Indonesia untuk berubah menciptakan tataran Pemerintahan yang menjalankan pemerintahan secara manusiawi.

Untuk mencapai pada titik Reformasi butuh waktu panjang dan bahkan hampir setengah abad lamanya. Sehingga sangat tidak Jarang kita menemui masyarakat yang trauma dengan sistim Dwi Fungsi ABRI yang pernah ada.

BACA JUGA:  Bakal Calon Walikota Tangsel Siti Azizah Siapkan Program Jelita

Reformasi dijadikan titik awal transisi Demokrasi dan Pembangunan Pemerintahan yang menjalankan Negara secara manusiawi. Lantas Apa tujuan sebahagian kalangan mengajukan pemberlakuan Dwi Fungsi TNI..? Hanya karena alasan Lembaga-lembaga negara dan non kementerian membutuhkan Keahlian yang dimiliki TNI.

“Kami pikir, Kita punya banyak tenaga yang mampu melahirkan tenaga Ahli yang di butuh dalam berbagai bidang. Tanpa Harus menarik-narik TNI secara Organisasi kedalam kepentingan sempit yang dapat mengurangi profesionalan TNI. Pengajuan sebahagian kalangan untuk memberlakukan Dwi Fungsi TNI hanya semangat membangkitkan hantu disiang bolong. “Kata¬†Andi Tenri Ajeng, Wasekjen Indonesia Muda, Pakar Anies Sandi bidang Konflik dan Hubungan Antar Golongan, pada Pilkada DKI 2017 lalu di Jakarta (28/2/2019).

BACA JUGA:  Roman Sibuea Posting di Akun IG nya Soal Direktur Utama PT 3D Jadi DPO

Lebih lanjut ia katakan, kami dari Indonesia Muda menyayangkan dan Mengutuk kalangan yang mencoba menciderai proses transisi Demokrasi berbangsa, dengan mencoba kita ke masa lalu dengan sistim yang sama.(Op/Ltf)

Komentar