oleh

Ini Cara Polisi Ungkap Pelaku Pembunuh Wanita Yang Dibuang di Jalan Babat

Kabartoday, Tangerang – Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan, S.IK., M.Si didampingi Kasat Reskrim Akp A Alexander, SH., dan sejumlah jajarannya gelar Press Release ungkap kasus penemuan jenazah berjenis kelamin Perempuan yang diduga korban pembunuhan pada Senin (24/6/19) sore.

Dalam keterangannya. Kapolres mengatakan Kepolisian berhasil menangkap seorang pria bernama Jakaria alias JRA (18) warga Kampung Sodong Rt 02/Rw 03 Desa Sodong Kecamatan Tigaraksa Kabupaten Tangerang sebagai tersangka pembunuhan.

Berdasar fakta-fakta dan introgasi dengan menggunakan metode Scientific investigation, yakni membandingkan jari dan kuku korban/jenazah yang diduga mengalami luka cakar pada kedua tangan tersangka.

BACA JUGA:  Sidang Etik DKPP Ditunda, Jalih Pitoeng ucapkan Belasungkawa

Dalam kronologis yang dijabarkan Kapolres bahwa perbuatan tersangka ini berawal dengan adanya keributan antara korban dengan pelaku di dalam mobil CRV hitam milik orangtua tersangka.

“Motifnya cemburu, karena korban inisial FSL (17) warga Kampung Pinang, Tigaraksa Kabupaten Tangerang, pada tanggal 21 Juni 2019 pukul 14.00 Wib, telah bertengkar dengan tersangka, pemicunya korban membanding-bandingkan tersangka dengan mantan pacar korban, ”kata Kapolres.

BACA JUGA:  Tabrakan Beruntun, Tiga Nyawa Melayang Tiga Luka Parah

Lanjut Kapolres, di dalam mobil CRV tersebut, korban ditindih tersangka kemudian lehernya dicekik hingga meninggal.

”Tersangka sempat membeli tali rafia ke pasar untuk mengikat bagian tangan dan kaki korban, dengan alasan jika korban berontak bangun atau sadar, tidak akan bisa bergerak, ”ucapnya.

Sekian lama tidak bergerak kembali, selanjutnya jasad korban dibuang di TKP tepi Jalan Kampung Babat Rt01, RW01 Desa Babat, Legok Tangerang.

Untuk memastikan korban sudah tak bernyawa, tersangka kembali mengikat leher korban.

BACA JUGA:  Inovasi Pemkab Garut Luncurkan Bus Wisata Tiket Sampah

Kapolres juga menyebut langkah selanjutnya menunggu pencocokan hasil tes DNA kuku maupun kulit tersangka.

“Kalau kemarin baru pencocokan pemeriksaan hasil ahli forensik, baru nanti dibuatkan hasil tes DNA, ”ujarnya.

Dijelaskannya, pelaksanaan rekonstruksi akan dilakukan setelah semua bukti dan fakta-fakta diyakini valid.

“Tersangka disangkakan melanggar UU Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 340 KUPidana dan atau Pasal 338 KUHPidana dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHPidana dengan ancaman Hukuman maksimal seumur hidup, ”pungkasnya.(Msr/Mul/Aeng)

Komentar