oleh

Inspiring of Khidir AS Memuliakan Anak Bangsa

Thoha Muntaha

Syahdan pembalap anak negeri yang lagi latihan di sirkuit Sentul terjatuh dan petugas medis membawanya ke RS Pertamina

Karena terlalu parah akhirnya sang pasien di rujuk di RS Jepang dan semua dokter di ruang Operasi terkejut karena saat pembedahan kepala akibat gegar otak tidak ditemukan “otak”

Dokter Jepang ” tuan, pasien yang anda kirim kemarin tidak ada otaknya”

Dokter Indonesia ” maaf coba di cek area dengkul nya ”

Tim dokter Jepang langsung memeriksa dengkul pasien gegar otak dan semua terkejut karena otak benar benar berada di dengkul

Alamak….. Bisa jadi karena peristiwa ini pernah di isukan bahwa
pejabat tinggi Indonesia menilai anak bangsa belum pantas mengelola industri hi tech

BACA JUGA:  Keluarga Polisi Cekcok Mulut Berakhir Kematian

Karenanya…..

Karpet merah pun di gelar untuk menyambut rombongan orang orang “pintar” dari negeri jauh sembari membiarkan anak bangsa berkubang dalam selimut “inferiority complect”

Sedemikian hinakah anak bangsa…..

Lihatlah…

Seorang Sasmita yang cuma tamatan SMP di Jember nyatanya bisa membuat mobil listrik walau masih sangat sederhana

Mobil itu dipakainya sehari hari ke pasar sejauh 20 km yang dengan mobil konvensional perlu biaya 8 ribu namun dengan mobil listrik nya Sasmita hanya butuh seribu enam ratus rupiah

Lihatlah

Chaerul montir kampung di Sulawesi Selatan dengan barang bekas dan mesin ninja RR150 cc bisa bikin pesawat ultra light dan sukses terbang

Lihatlah ….

Raeni anak tukang becak yang usai meraih kesempatan beasiswa Bidikmisi S1 UNNES lanjut beasiswa lanjutan LPDP di University of Birmingham dan sekarang sudah bergelar doktor

BACA JUGA:  Hairul Anas Beberkan Pelatihan Saksi TKN 01 Ciderai Demokrasi

Lihatlah.. .

Doktor Khoirul Anam yang juga anak petani dari Kediri mampu meraih gelar doktor dan direkrut sebagai orang “hebat” di Jepang karena temuan teknologi 4G

Lihatlah …

Prof. Dr zaki su’ ud pakar nuklir yang alim dan allamah dan diakui dunia

Lihatlah beliau Allah yarham Habibie yang juga dari pedalaman Sulawesi menjadi pakar aeronautika hingga tak satupun pesawat terbang modern terbang tanpa teknologi ciptaanya

Lihatlah…
ribuan anak bangsa yang lain, mereka hebat hebat dan berbakat

Mereka hanya perlu sedikit sentuhan….binaan dan penghargaan

Masih ragu dengan prestasi mereka… Nggak lah yaau..

Lebih bijak dan sopan jika pejabat tinggi negeri ini menyiapkan dulu lembaga pendidikan dan pelatihan yang dibutuhkan oleh pasar teknologi dan industri masa depan standar internasional

BACA JUGA:  Viral... Kades Bombasan Sumenep Buat Pernyataan Resmi Dukung Jokowi

Baru kemudian buka pabrik dan sistem industrialisasi nya yang sepenuhnya tenaga di ambil dari kader kader anak bangsa

Ingat….

Orang Jepang tentunya mengutamakan orang Jepang demikian pula orang China Amerika dan seterusnya demikian

Mereka semua sadar bahwa mengutamakan orang asing dibanding anak bangsa sendiri sama halnya menyerah kan leher sendiri kepada musuh

Memuliakan anak bangsa sedari awal sudah di perankan dengan baik dan sempurna oleh Khidir as saat memoles potensi emosi dan mental Musa as untuk menjadi kader bangsa yang siap dan sanggup menghadapi kuatnya pengaruh oligarki kekuasaan Firaun

Selamat pagi Indonesia…. !

Komentar

News Feed