oleh

IPMMI Sebut Udah Gak Waras, Acungkan Dua Jari, 6 Guru Honorer di Tangerang Dipecat

kabartoday, Jakarta – Ketua Presidium Ikatan Polisi Mitra Masyarakat Indonesia (IPMMI) Suta Widhya SH tidak bisa menerima kebijakan terhadap pemecatan enam (6) guru honorer di Kabupaten Tangerang, Banten, lantaran berfoto dengan Dua Jari berlambang Laban (L) atau Menang (bahasa Filipina).

Menurut Suta, keenam guru itu tidak melanggar aturan apapun hanya karena berpose dua jari sambil memegang stiker Prabowo-Sandi di lingkungan sekolah.

BACA JUGA:  Anies Baswedan Resmikan Pembangunan Jakarta International Stadium

“Itu ekspresi yang dijamin oleh UUD 1945 yang asli di negara ini, “kata Suta di Jakarta, Sabtu (22/3/2019).

Lebih lanjut Suka menyinggung soal pelanggaran kecil atau ringan, warasnya direspons secara proporsional bukan langsung direspons dengan pemecatan, namun bisa sanksi teguran terlebih dahulu, Surat Peringatan 1, 2 hingga SP3 (dipecat).

“Bila waras BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Banten mengambil keputusan tentu tidak main pecat. BKD harusnya meneliti yang mendasari kenekatan para honorer menggelar stiker Prabowo-Sandi di ruang sekolah. Bukankah mereka tidak membuat kesalahan fatal seperti mencuri, korupsi dan lainnya, “ucap Suta.

BACA JUGA:  Istri Walikota Dumai Mundur Dari Pencalegan, Ketua Bawaslu Lempar ke KPU

Pemecatan sangat tidak tepat dipandang dari asas kemanusiaan, Suta menilai permasalahan ini cukup diberi peringatan dan dibina. Mereka para guru honorer bisa jadi karena kecewa terhadap Presiden Joko Widodo yang dianggap janji palsu.

“Kenekatan keenam guru honorer tersebut dipicu kekecewaan terhadap Presiden Jokowi. Mereka kecewa karena tak kunjung diangkat sebagai pegawai negeri sipil, atau tidak adanya peningkatan kesejahteraan bagi para guru honorer.

BACA JUGA:  Kasasi Dimenangkan Yusuf Siagian, Pemkab Labuhanbatu Keok, Posisi Ahmad Mufli Terancam

“Saya meyakini bahwa teman-teman guru honorer adalah korban janji palsunya Jokowi yang akan mengangkat sebagai PNS, namun ternyata diberi PPPK dengan proses ujian yang tidak mudah dilalui. “Terangnya.(Op/red)

Komentar