oleh

IPW : Mabes Polri Harus Jelaskan Ketiga Pejabat Polda Kalsel Dicopot dan Diperiksa Dalam Kasus Apa?

KabarToday, Jakarta Sudah lima hari kasus pencopotan tiga pejabat Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) terjadi. Ketiganya dicopot dari jabatannya oleh Kapolri Jenderal Idham Azis. Tapi hingga kini Mabes Polri belum menjelaskan secara terang benderang soal penyebab pencopotan itu, sehingga terkesan ada yang hendak ditutup-tutupi di balik kasus pencopotan tersebut.

“Jika kasus pencopotan ini ditutup-tutupi, terlihat bahwa Polri tidak promoter dalam menyelesaikan persoalan. Sebab beredar berbagai kabar negatif di balik pencopotan ketiga pejabat Polda Kalimantan Barat ini. Sehingga menjadi tanda tanya, benarkah pencopotan itu berkaitan dengan perang mafia tambang di Kalimantan Selatan? yang berkaitan dengan pilkada? Benarkah ada kelompok yang sedang berusaha hendak melakukan penggusuran terhadap kekuatan mafia tambang kelompok HI kepada kelompok HA,” sergah Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) dalam siaran persnya di Jakarta, (23/9/20).

Selama ini, HI dikenal sangat dekat dengan para petinggi kepolisian maupun petinggi negara. Bahkan dia bisa mengatur-atur posisi aparatur kepolisian, sehingga HI kerap dijuluki sebagai “kapolri swasta”. Saking kuatnya, tidak ada satu orang pun yang berani menyentuh HI.

BACA JUGA:  Tim Gabungan Bersama Warga, Perbaiki Jembatan Rusak Akibat Banjir Bandang Di Labura

Belakangan HI ribut besar dengan kelompok HA mafia lama di dunia tambang. Keributan kedua kelompok mafia ini tidak hanya di dunia tambang, tapi juga sudah melebar ke arena pilkada. Sebab keduanya punya jago masing masing. Sepertinya dalam pertarungan ini kelompok HI kalah kuat. Sebab “orang orangnya” di jajaran kepolisian maupun pemerintahan sudah tergusur, sehingga otomatis kekuatannya semakin pudar.

BACA JUGA:  Polres Jakbar Gelar Lomba Adzan, MTQ dan Ceramah Tingkat Kamtibmas

“Lalu apa kaitannya dengan dicopotnya ketiga pejabat Polda Kalsel itu. Disinilah Mabes Polri harus bersikap transparan dan promoter untuk menuntaskannya. Apalagi wilayah kerja ketiga pejabat Polda yang dicopot itu tidak jauh-jauh dari arena pertarungan para mafia tambang tersebut,” beber Neta.

Diketahui, Kapolri Jenderal Idham Aziz mengeluarkan telegram dengan nomor ST/2710/IX/KEP/2020. Dalam surat yang mengejutkan tersebut dicopotlah beberapa pejabat yang bertugas di bawah Polda Kalimantan Selatan. Dalam surat telegram tertanggal 18 September itu disebutkan mereka yang dicopot, pertama Wadireskrimum Polda Kalimantan Selatan, AKBP Kus Subiyantoro yang dimutasikan ke Yanma Mabes Polri dalam rangka pemeriksaan.

BACA JUGA:  Tak Kantongi Ijin Resmi, Ternak Sapi Suwono Terancam Disegel

“Begitu pula dengan Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Sugianto Marweki dan Kasatreskrim Polres Tanah Bumbu, AKP Andi Muhammad Iqbal juga dimutasikan ke Yanma Mabes Polri dalam rangka pemeriksaan,” pungkas Neta. (tom)

Komentar

News Feed