oleh

IPW: Memalukan Penyamaran Perwira Polisi Terbongkar di Depan Massa Aksi Unras UU Ciptaker

Kabartoday, Jakarta – Polda Jambi harus menjelaskan secara transparan kasus video viral yang beredar luas di masyarakat, dimana seorang Perwira Polisi yang diduga salah sasaran sedang dipukuli sejumlah Polisi Anti huru-hara dalam aksi demo mahasiswa menolak Undang-Undang Cipta kerja (Omnibus Law) di wilayah Jambi.

Ketua presidium Ind Police Watch (IPW), Neta S Pane dalam keterangan persnya pada Rabu (21/10/2020) sekitar pukul 16.48 Wib menilai Polri perlu mengklarifikasi Peristiwa tersebut kepada publik. Sebab bagaimanapun Peristiwa itu sebuah peristiwa yang sangat memalukan, khususnya Polda Jambi dan sekaligus menggambarkan betapa buruknya koordinasi Polda Jambi dalam menangani aksi demo mahasiswa menolak Undang-Umdang Cipta Kerja,” ujar Neta di Jakarta.

Video terkait

Akibat buruknya kordinasi dilokasi demo yang terjadi, justru aksi baku hantam sesama anggota Polisi. Bukan hanya itu publik juga ingin tau dengan jelas, kenapa seorang polisi Anti huru-hara jatuh terjengkang setelah ditendang polisi berpakaian preman,” tanya Neta

BACA JUGA:  Kepsek dan Komite SMAN 1 Raman Utara Diduga Pungli Hingga 2 Juta Persiswa

Jika dilihat dari kronologinya, dalam video yang berdurasi 2 menit 6 detik, Perwira Polisi itu menyusup ke barisan mahasiswa yang sedang berdemo. Dia memakai jaket mahasiswa. Saat terjadi kericuhan sejumlah polisi berpakaian preman terlihat menangkapnya dan lalu memitingnya serta sebagian memukulinya. Bahkan ada pula sejumlah Pasukan Anti Huru-Hara ikut memukulinya. Akibatnya polisi yang sedang bertugas diduga itu babak belur.

Melihat hal itu, teman-teman kepolisian yang sedang bertugas mengamankan aksi demo dan melakukan penyamaran itu termasuk polisi berpakaian preman langsung berdatangan untuk menyelamatkan ‘Perwira’ yang sedang di hakimi karena salah sasaran. Akhirnya baku hantampun tak terelakkan sesama polisi di tengah aksi demo Undang-Undang Cipta Kerja.

BACA JUGA:  Mafia Politik di Gedung DKI " Bergentayangan" Pasalnya Kursi Wagub Setahun Kosong

Bagaimanapun peristiwa ini tidak hanya memalukan Polda Jambi, akan tapi juga memalukan institusi kepolisian, “terangnya.

Ditempat Kejadian Perkara (TKP) para demonstran menertawakan peristiwa ini. Begitu juga di media sosial banyak yang menertawakan peristiwa kejadian ini.

Kasus baku hantam antar polisi ditengah aksi demo mahasiswa ini terjadi akibat kurangnya koordinasi yang baik sesama aparatur kepolisian dilapangan khususnya Polda Jambi. Selain itu tidak ada petugas yang mengawal perwira yang bertugas menyusup di tengah-tengah aksi masa pendemo, sehingga ketika yang bersangkutan ditangkap, polisi yang lain tidak ada menjelaskan bahwa yang dipukulinya adalah seorang perwira polisi yang sedang bertugas melakukan penyusupan. Alhasil, perwira Polisi tersebut babak belur dipukuli karena terjadi baku hantam antar polisi sendiri.

BACA JUGA:  Lion Air Group Turunkan Harga¬† Jual Tiket Di seluruh Jaringan

Aksi penyusupan adalah hal biasa dalam strategi kepolisian untuk melakukan cipta kondisi, terutama dalam mengatasi aksi demo. Namun jika aksi penyusupan itu tidak terkoordinasi dengan baik, kekonyolan yang memalukan pun akan terjadi. Bukan hanya sipenyusup yang babak belur tapi sesama polisi bisa baku hantam ditempat aksi, seperti di Jambi.

“Kasus ini harus menjadi pelajaran dan perhatian penting bagi Polri. Jika tidak, mahasiswa yang demo akan kembali disuguhkan pertunjukkan sesama polisi baku hantam di lokasi demonstrasi,” tutupnya[]tom/red

Komentar