oleh

Isi Bahan Bakar ‘Perut’ Di Soto Ayam H Nandar Tebet

-Aktual-120 views

Isi Bahan Bakar ‘Perut’ Di Soto Ayam H Nandar Tebet

Kabar Today, Jakarta – Wisata kuliner memang tidak pernah ada habisnya, selalu saja ada tempat-tempat makan yang asik buat nongkrong sekaligus mengisi bahan bakar ‘perut’ salah satunya di Warung Soto Ayam Haji Nandar, Tebet Jakarta Selatan. Kawasan sepanjang jalan Tebet Raya ini, saat siang maupun malam hari selalu ramai. Malam itu kami sekawanan redaksi kabartoday ‘jedah’ meeting, kami berempat pun segera meninggalkan kantor Gedung Gajah dan beranjak ke kawasan Tebet Raya yang gak jauh jaraknya. “Pak Mus suka makan soto,” tanya Pemred kabartoday Jusuf Rizal kepada Mustakim seraya menawarkan keberadaan warung soto ‘maknyus’ dan telah lama tidak dikunjungi. Tempat ini ‘kembaran’ kawasan Kemang, daerah yang sama di Jakarta Selatan. Indonesia sangat terkenal dengan masakannya, bumbu rempah yang berani benar-benar membuat lidah tidak bisa berhenti mengecap setiap makanan.

Kalau kalian ingin mencoba tempat makan paling maknyuuss yang asik juga untuk tempat nongkrong di Ibukota maka cobalah datang ke kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Disana banyak sekali restoran dan kafe-kafe kecil pinggir jalan. Kawasan ini memang selalu ramai oleh ABG dan para keluarga di saat malam libur seperti hari Sabtu dan Minggu. “Tempat ini sejak 2006 telah berubah, awalnya rumah tinggal kini berganti menjadi tempat kuliner dan nongkrong mulai orang muda hingga orangtua,” ujar salah satu Tukang Parkir kepada SEKJEN The JOKOWI DREAM IR. H. Arse Pane yang juga ikut (5/7).

BACA JUGA:  Edriana Aktivis Perempuan, Sosialisasikan Pahlawan Wanita HR Rasuna Said

Ini adalah sebuah referensi bagus untuk kalian yang bingung malam Minggu nanti mau kemana. Cobain main ke daerah Tebet pasti bakalan seru banget. Sebenarnya area ini merupakan kawasan perumahan padat namun karena lokasinya strategis dan banyak sekali distro-distro membuat masyarakat khususnya anak-anak muda yang datang kesini pada hari-hari libur. *Bamsoer

BACA JUGA:  KAI Menunggu Lahirnya Presiden Baru

Komentar