oleh

Isu Beras Plastik Label Bulog di Masohi, Kabulog Maluku : Tunggu Hasil Uji BPOM

-Daerah-28 views

Kabartoday, AMBON – Merebaknya isu beras yang diduga berbahan plastik dalam karung berlabel Badan Usaha Logistik (Bulog) oleh warga Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah Sabtu (15/02/2020), warga diminta tidak resah serta langsung mempercayai isu tersebut. Warga diminta tenang sambil menunggu hasil uji laboratorium yang saat ini dilakukan oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Bulog Maluku dan Maluku Utara, Asmal kepada wartawan Senin (17/02/2020) di Kantor Wilayah Bulog Maluku dan Maluku Utara kawasan Waihaong Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

“Terhadap merebaknya isu beras plastik dalam karung Bulog di Kota Masohi yang ditemukan warga Sabtu lalu, kita tunggu saja hasil uji laboratorium oleh instansi berwenang yaitu Balai POM yang saat ini sementara dilakukan pengujian,” jelas Asmal.

Ia enggan berspekulasi jauh soal isu beras plastik di Kota Masohi yang saat ini sudah viral di media sosial serta media massa baik cetak maupun online. Menurutnya, hasil uji dari Balai POM nanti yang akan berbicara atau menentukan benar atau tidaknya isu beras plastik tersebut.

BACA JUGA:  DPMPTSP Berikan Layanan Khusus " Prime Service "
Tim kepolisian Polres Maluku Tengah saat mendatangi salah satu toko sembako di Kota Masohi yang diduga menjual beras plastik berlabel Bulog.

Asmal jelaskan isu beras plastik dalam karung Bulog juga pernah viral beberapa hari lalu dengan lokasi berbeda yaitu di Kota Tual kawasan Maluku Tenggara. Namun setelah barang bukti beras tersebut dilakukan uji laboratorium oleh BPOM, ternyata memang beras asli.

Ia beberkan beras Bulog di Kota Masohi yang diduga beras plastik merupakan contoh dan jenis yang sama dengan beras Bulog di Kota Tual. Karena itu Asmal yakin beras Bulog di Kota Masohi merupakan beras asli.

BACA JUGA:  Kasus BNI Ambon, Kapolda Maluku Copot Dirreskrimum

“Saya yakin beras di Kota Masohi itu beras asli. Tetapi sejatinya kita tunggu saja hasil uji Balai POM,” tandas Asmal yang saat itu didampingi Kepala Bidang Operasi Kantor Wilayah Bulog Maluku dan Maluku Utara Hamdani Malawat.

Dirinya menduga warga menjustifikasi beras plastik itu karena mungkin cara masaknya yang kurang sempurna. Pasalnya, secara umum beras Bulog terbagi dua yaitu dengan tekstur Pulen dan Pera.

“Untuk beras pulen, jika sudah dimasak dan jadi nasi teksturnya agak lembut dan lengket. Sementara beras pera agak keras ketika dimasak,” terang Asmal.

Ia ungkapkan perbedaan beras pera dan pulen ditentukan oleh faktor genetik varietas padi yang memiliki kandungan amilosa yang berbeda-beda. Di dalam beras ada pati yang jadi sumber karbohidrat yang dikonsumsi oleh tubuh sebagai sumber energi. Dan dalam pati itu ada kandungan amilosa dan amilopektin.

BACA JUGA:  Warga Dua Kelurahan di Banyuwangi Giatkan Ronda Malam, Buru Pelaku Teror Gedor Pintu

“Beras pulen mengandung sekitar 20 persen kadar amilopektin sehingga beras menjadi lengket saat menjadi nasi. Sedangkan beras pera memiliki kandungan lebih dari 25 persen kadar amilosa sehingga nasi akan lebih keras ketika dimasak,” jelas Asmal.

Dalam penyajiannya, beras pera yang keras lebih membutuhkan banyak air daripada beras pulen. Hal itu menyebabkan beras pera lebih mudah dicerna oleh tubuh ketika disantap.

“Beras pera itu dalam memasaknya lebih butuh banyak air karena keras, nah karena itulah jadinya lebih mudah dicerna. Kandungan air yang banyak dalam beras tersebut membuat seseorang menjadi lebih cepat kenyang. Sedangkan kalau pulen kan nyerap airnya sedikit. Tapi, masyarakat kita lebih senang dengan nasi pulen karena lebih enak daripada pera,” ungkapnya.

Isu beras plastik ini sementara ditangani oleh Polres Maluku Tengah. Barang bukti beras yang diduga berbahan plastik itu telah dibawa pihak Polres Maluku Tengah ke Balai POM Ambon untuk dilakukan uji laboratorium. (Manuel)

Komentar