oleh

Jalih Pitoeng: Rekonsiliasi Prabowo – Jokowi Wacana Bagi-Bagi Kursi Menteri

Kabartoday, Jakarta – Menyikapi berkembangnya wacana rekonsiliasi antara Prabowo dengan Jokowi akhir-akhir ini sungguh menggelitik salah satu aktivis betawi Jalih Pitoeng untuk menanggapinya.

Sebagai salah satu pendiri sekaligus penggiat relawan Prabowo Sandi yang dipimpinnya bersama Dr. Eggi Sudjana sejak Agustus 2018 lalu, dirasa hal tersebut tak perlu dilakukan.

“Ga perlu lah rekonsiliasi. Emangnya selama ini ada permusuhan. Biasalah dalam sebuah kontestasi ada pendukung yang berbeda dukungan. Masyarakat lebih merasakannya. Kemudian apa juga keuntungan yang didapat. Apakah jangan-jangan hanya mencari legitimasi saja” kata Jalih Pitoeng melalui pesan singkatnya ke redaksi Kabartoday.co.id, Minggu (6/7/2019) dini hari.

Justru rekonsiliasi tersebut disinggung Jalih Pitoeng hanya akan menjadi kuburan bagi Prabowo dimata para pendukungnya jika benar-benar dilakukan.

BACA JUGA:  Petugas Gabungan Walikota Jakarta Barat Sita 1.347 Miras dan Segel Lokasi Hiburan Malam

“Selama ini mereka dan kita semua sebagai relawan bergerak secara swadaya dan gotong royong dalam rangka memenangkan pasangan calon 02 Prabowo Sandi dengan bersusah payah serta berkorban menurut kemampuan kita masing-masing. “Ucapnya.

Perjuangan sebagai relawan dan pendukung disebut Jalih teramat sulit untuk berkomunikasi dengan Prabowo. Hal itu akibat tingginya exclucivitas yang dibangun oleh protokoleristik serta tebalnya dinding yang membatasi antara calon pemimpin dengan rakyat pendukungnya.

Jalih Pitoeng juga sangat menyayangkan jika rekonsiliasi itu benar-benar terjadi.

Ia menilai Jokowi-Ma’ruf Amin tidak mendapatkan pengakuan rakyat Indonesia swbagai presiden, Rekonsiliasi yang menjadi legitimasinya hanya sebatas pengakuan Prabowo ke Jokowi, hingga akan muncul konflik dari para pendukung 02.

BACA JUGA:  Hujan 5 Jam, 60 Rumah Warga Terdampak Meluapnya Kali Lo

“Saya kira bukan hanya rekonsiliasi yabg terjadi, tetapi ada yang lebih dari itu, yakni bagi-bagi kursi jabatan di Kementerian pastinya. Itu terlalu murah ketimbang ratusan nyawa anak bangsa yang telah menjadi korban di debut Pilpers 2019 kemarin. “Beber Jalih Pitoeng.

Jumlah korban yang ratusan itu menginginkan Negara inj dipimpin oleh seorang Patriot sejati Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Peristiwa tersebut telah dipertontonkan baik secara nasional maupun internasional.

“Belum lagi tokoh-tokoh aktivis dan ulama bahkan rakyat yang belum tentu berdosa ditahan. Sebut saja tokoh aktivis nasional kita Bang Eggi Sudjana yang sampai tak berlebaran bersama keluarga karena di tahan di Mapolda. Belum lagi para ulama dan rakyat yang hingga saat ini masih berada dalam tahanan” kenang Jalih Pitoeng menyesalkan. “Ungkapnya.

BACA JUGA:  Denny JA versus Rocky Gerung Dalam Pertarungan Pilpres 2019

Terkait wacana adanya pemulangan Imam Besar Habib Rizieq Shihab (HRS) yang dikait-kaitkan dengan rekonsiliasi, Jalih Pitoeng justru menanggapinya berbeda.

“Secara pribadi, HRS bukan tokoh murahan yang bisa dikadalin laahh, mohon maaf didagangkan secara transaksional. Beliau adalah sosok berprinsip, dan kelak akan ditulis oleh sejarah sebagai pahlawan pembela kebenaran. Jika hanya untuk kepentingan pemulangannya harus melukai perasaan rakyat dan umat, ngapain capek -capek kita berjuang. Pulangkan saja sejak kemaren, kemudian kita dukung Jokowi 2 periode, kelar kan? dan tanpa harus ada korban jiwa. “Urainya.(Op/red)

Komentar