oleh

Jelang pemilu PPK Cibodas Gelar BimTek PPS dan KPPS

-Daerah, Hukum-227 views

Kabartoday, Kota Tangerang – Pesta demokrasi Indonesia Pemilihan Umum (Pemilu) tinggal beberapa hari lagi akan dihelat. Untuk memantapkan pelaksanaan Pemilu, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cibodas, Kota Tangerang menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (BimTek) bagi seluruh anggota PPS dan KPPS. Bimtek tersebut digelar Rabu (10/4) bertempat di GOR Kecamatan Cibodas.

Ketua PPK Cibodas Agung Nustaman menjelaskan pelaksanaan Bimtek ini adalah tahapan yang sudah diatur KPU.

“Kita tinggal menjalankan. Jadi inilah bimbingan teknis bagi KPPS dan PPS Kecamatan Cibodas yang terdiri dari enam kelurahan dan terdapat 350 TPS,” jelasnya.

BACA JUGA:  BPK-RI Berikan Opini WTP 2018 Kepada Pemprov DKI, Anies Ucap Syukur

Untuk peserta bimtek, setiap PPS mengirimkan dua orang sementara setiap KPPS diwakili empat orang.

Dipaparkan, kegiatan yang sama sudah dilaksanakan di kelurahan Cibodas Sari dan Cibodas Baru, Selasa (9/4), dan hari ini dilaksanakan di Kecamatan Cibodas. Selanjutnya, Bimtek akan dilaksanakan di Kelurahan Cibodas, Panunggangan Barat serta Jati Idung.

Saat pelaksanaan Bimtek, Nustaman jelaskan bahwa politik tahun ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya .

BACA JUGA:  Singkawang Kota Layak Anak

“Saya menekankan bahwa banyak potensi-potensi pemungutan suara ulang tapi saya sudah tekankan pada teman-teman di bawah kita berjalan dan kita bekerja sesuai aturan yang sudah ditetapkan dengan aturan PKPU. Semuanya tertuang di dalam PKPU jadi saya berharap akan berjalan aman lancar dan damai,” harapnya.

Ditanya terkait kebijakan pengunaan Surat Keterangan (Suket) untuk pemilihan nanti, Nustaman mengatakan yang baru sesuai edaran KPU tahap pertanggal, sudah disebutkan lagi KTP elektronik, suket dan identitas lain bagi pemilih yang belum terdaftar di dalam DPT bisa datang ke TPS. Kalaupun tidak bisa menunjukan KTP tapi bisa menunjukan Suket.

BACA JUGA:  Burhan Saidi: Pemerintah Belum Mampu Atasi Permasalahan Pedagang Pasar

“Tapi itu juga dicek dengan kesesuaian datanya benar apa tidak dengan suket atau kartu keluarga apalagi kalau pasti orang-orang situ.
Kecuali orang nya mencurigakan terus tidak dikenal warga,” tandasnya.

Lebih lanjut ia mengaku akan memastikan dan menyampaikan ke petugas lapangan untuk mempunyai aplikasi KPURI guna mengecek nama tersebut terdaftar atau tidak. (MSR)

Komentar