oleh

Jokowi Dilaporkan KAMAH ke Bareskrim Mabes Polri

Kabartoday, Jakarta – Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Hoax (KAMAH) kembali datangi Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan dugaan kebohongan publik yang dilakukan Calon Presiden Joko Widodo.

Kuasa hukum KAMAH, Pitra Romadoni Nasution, didampingi Erra Maniara, Elyasa Budianto, Iswan Abdullah, Irsyhad, Yaya, dan sejumlah pengurus Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Hoax meyakini apa yang diucapkan Jokowi pada debat Capres kedua 17 Februari 2019 lalu mengandung unsur pidana.

Sebelumnya dikabarkan, KAMAH telah resmi melaporkan Calon Presiden Jokowi ke Bawaslu RI pada tanggal 19 Februari 2019. “Kami melaporkan Bapak Joko Widodo yang terhormat sebagai calon presiden dan bukan presiden, dia telah menyebarkan ucapan kebohongan publik saat debat capres kedua 17 Februari 2019 lalu. “Kata Pitra di Bareskrim, Jalan Trunojoyo Kebayoran Baru Jakarta Selatan pada Wartawan, Senin (11/3/2019).

BACA JUGA:  Jalih Pitoeng: Aksi Akbar Super Damai di Depan DPR RI Ditunda

Lebih lanjut dijelaskan Pitra, Bawaslu sangat tidak profesional. Pitra menyebut independensi Bawaslu diragukan. hal itu dikatakannya sesuai prosedural resmi laporan KAMAH dijawab melalui pesan singkat Bawaslu RI pada tanggal 6 Maret 2019, yang berbunyi ‘laporan KAMAH tidak dapat ditindaklanjuti.’

“Bawaslu mengirimkan jawaban atas laporan kami melalui pesan singkat WhatsApp, tanggal 6 Maret 2019, pukul 19.15 Wib. Itu sangat tidak profesional dan kami menilai Bawaslu tidak profesional. “Tegas Pitra.

BACA JUGA:  Indonesia Muda Tolak Dwi Fungsi TNI

Pitra juga menyebut telah melaporkan Jokowi ke Sentra Gakkumdu dengan dasar pasal 280 ayat 1 huruf b, c, d, dan j juncto Pasal 521 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Jo Pasal 14 dan 15 Undang-Undang No. 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong Jo Pasal 425 ayat 3 Jo Pasal 421 KUHP (kesalahan dalam jabatan) Jo Pasal 317 KUHP tentang keterangan Palsu, Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang ITE tentang pendistribusian berita bohong.

BACA JUGA:  Muslim Arbi Singgung Demokrasi Dalam Pagar Kawat Berduri

“Bawaslu kami nilai cacat formil karena tidak menjelaskan secara rinci atas dasar apa laporan kami tidak dilanjutkan. “ucap Pitra.

Untuk itu, kedatangan KAMAH ke Bareskrim Mabes Polri dijelaskan Pitra untuk melaporkan dugaan unsur pidana yang dilakukan Jokowi dengan kapasitasnya sebagai calon presiden. “Iyaaa kami melaporkan saudara Jokowi kapasitasnya sebagai capres, bukan sebagai presiden. Dia sudah menyebarkan kebohongan publik di debat capres kedua. “Urai Pitra.

Meski sebelumnya, laporan KAMAH ke Bareskrim Mabes Polri pada hari Jum’at (8/3/2019) sempat ditolak dan mendapatkan jawaban dari polisi dengan nada kasar.(Op/An/red)

Komentar