oleh

Jokowi Minta Kapolri Tindak Tegas Penyebar Hoax, Warganet Bergunjing

Kabartoday, Jakarta – Kapolri Jenderal Tito Karnavian diminta presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menindak tegas para penyebar hoax. Jokowi menyebut hoax dan fitnah dapat mengganggu persatuan bangsa. Hal itu dikatakannya di acara Harlah ke-46 PPP di Ecopark Ancol Jakarta Utara, Kamis (28/2/2019).

“Tegas saya sampaikan kepada Kapolri untuk menindak tegas bagi mereka dan kepada siapa pun yang mengganggu persatuan bangsa, dengan cara-cara menyebaran informasi hoax dari pintu ke pintu dan media sosial. “Pinta Jokowi.

Suhu politik di Indonesia kian memanas, dan Pemilu 2019 semakin dekat. Ia menilai jika para penyebar hoax tersebut tak ditindak tegas, maka akan semakin meresahkan masyarakat dan memecah belah persatuan bangsa.

BACA JUGA:  Relawan Siaga Serukan Ayo Bantu PMI

Jokowi juga mengingatkan para kader PPP untuk menjaga persatuan, “fitnah dan hoax sangat merusak kesatuan bangsa. “Ujarnya.

Sementara masyarakat masih mengingat dikepalanya atas lontaran hoax Jokowi di Debat Capres kedua pada hari Minggu tanggal 17 Februari 2019 lalu.

Warganet bergunjing ‘penyebar hoax yang dimaksud presiden itu siapa yaa?, ada juga yang mengatakan ‘kok tak berkaca atas omongannya….’

Sebelumnya Koalisi Masyarakat Anti Hoax telah melaporkan Jokowi ke Bawaslu tanggal 19 Februari 2019.

BACA JUGA:  Realisasi Pembangunan DD Tahun 2019 Desa Rejo Agung Capai 100%

Eggi Sudjana dan Pitra Romadoni Nasution yang ditunjuk sebagai Kuasa hukum KMAH telah melaporkan Jokowi atas dugaan penyebaran informasi bohong saat debat capres kedua 17 Februari 2019 lalu.

Pitra menyebutkan ada beberapa poin kebohongan Jokowi saat itu yang kapasitasnya sebagai Calon Presiden mengungkap informasi bohong, seperti soal kebakaran hutan, impor jagung dan beras serta lainnya.

Dikatakan Pitra saat dimintai keterangannya oleh Bawaslu, Senin (25/2/2019) dengan tegas ia meminta Bawaslu bersikap netral dan tegakan hukum sesuai UU Pemilu.

BACA JUGA:  Sejumlah PNS Kab. Tangerang dilantik dan diambil Sumpah Jabatan

Kedatangan Pitra Cs ke Bawaslu untuk merespons laporan mereka terhadap calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko widodo (Jokowi).

“Kami bukan mendatangi Bawaslu tanpa alasan, karena Bawaslu telah resmi mengirimkan surat kepada kami pada hari Senin ini, tanggal 25 Februari 2019 pukul 10.00 WIB, terkait laporan kami tiga hari lalu telah resmi diterima Bawaslu. Kami melaporkan saudara Jokowi, capres nomor urut 01 dan yang kami laporkan posisinya bukan seorang Presiden yaaa. “Jelas Pitra saat ditemui di restoran siap saji Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019) pukul 17.10 Wib.(Op/red)

Komentar