oleh

Jualan LKS, MTs.N Rogojampi Diprotes LSM Aliansi Rakyat Miskin

Kabartoday, BANYUWANGI – Kendati sudah dilarang, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 10 yang beralamat di Desa Pengantigan Kecamatan Rogojampi Banyuwangi Jawa Timur, masih saja menjual Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada anak didiknya. Larangan sekolah menjual LKS pada siswa itu diatur dalam Pasal 181 Peraturan Pemerintah No 17 tahun 2010 yang menerangkan bahwa, penyelenggara dan tenaga pendidik, baik perorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, perlengkapan pelajaran, bahan pelajaran, serta pakaian seragam di tingkat satuan pendidikan.

Aturan tersebut juga tercatat dalam Permendikbud Nomor 8 tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan. Bahkan aturan tersebut juga tercatat dalam Permendikbud Nomor 8 tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan.

Ketua Dewan Pimpinan Kolektif Aliansi Rakyat Miskin (DPK-ARM) Kabupaten Banyuwangi, Muhammad Helmi Rosyadi menyorot hal itu. Menurutnya, tidak semua sekolah mematuhi larangan tersebut. Terbukti adanya sejumlah wali murid yang putra-putrinya bersekolah MTSN 10 Rogojampi mengeluhkan dan melaporkan praktek jual beli LKS tersebut kepada dirinya.

BACA JUGA:  Pemasangan Tidak Sesuai Ketentuan, Puluhan APK Di Turunkan Satpol PP Dan Bawaslu Tanjungbalai

Dari keluhan sejumlah wali murid tersebut, ada keterangan dari anak-anak mereka yang disuruh membeli LKS oleh pihak sekolah dengan harga mencapai Rp. 175 ribu untuk 17 jenis buku.

“Pihak sekolah tidak boleh menjual buku maupun LKS kepada murid-muridnya, karena hal tersebut bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 17 tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan,” sergah Helmi, yang juga Ketua Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK) ketika ditemui di Sekretariat Bersama (Sekber) media dan LSM, pada Kamis (01/8/19).

BACA JUGA:  Dirbinmas Polda Banten Hadiri Bahtsul Masail I PWNU

Sementara menurut Wakil Kepala Sekolah MTSN 10 Rogojampi, ketika ditemui wartawan diruangannya mengatakan bahwa, terkait pembelian LKS tersebut pihaknya tidak mewajibkan kepada murid agar membelinya.

“Saya membantu distributor yang datang kemari untuk bermitra,” ujarnya.

Pihak sekolah, kata Wakasek MTsN 10 Rogojampi, memang mengumumkan kepada semua murid dan membagikan brosur rincian harga LKS untuk disampaikan kepada orang tua siswa/wali murid. “Tapi ini sifatnya himbauan saja kok,” terang Wakasek yang akrab disapa Koko ini.

Masih kata Koko, selaku Wakil Kepala Sekolah MTSN 10 Rogojampi dia juga menyampaikan, disekolahnya memang ada buku panduan, tetapi jumlahnya tidak cukup, terpaksa bergiliran pemakaiannya.

BACA JUGA:  Itwasda Polda Maluku Raih Penghargaan Terbaik LPJ Keuangan dari KPPN

“Makanya murid saya tawari untuk membeli LKS, bila mau ‘monggo’, tidak mau membeli juga tidak apa-apa. Buku LKS disini diterapkan guna membantu murid murid dan juga sekolah. Sedangkan jumlah murid/siswa baru sekitar dua ratus lebih,” papar Koko.

Salah satu siswa kelas IX yang namanya tidak mau disebutkan pada hari Kamis (01/8/19) menyatakan memang seluruh siswa di sekolahnya diwajibkan untuk membeli buku LKS setiap tahun ajaran baru.

“Memang  pak saya beli LKS dan itu wajib bagi semua siswa. Kalau sekarang harganya seratus tujuh puluh lima ribu rupiah,” ujar salah satu siswi berjilbab itu singkat. (HS) 

Caption : Salah satu brosur LKS di MTsN 10 Rogojampi

Komentar