oleh

Jusuf Kalla : Pemilu Dan Pilpres Serentak Bikin Rumit

Kabartoday, Jakarta,- “Saya tadi ngobrol dengan ketua-ketua partai. Semuanya punya pandangan sama tentang proses pemilihan kali ini rumit dan sulit. Oleh karena itu harus dievaluasi dan solusi yang sependapat diperbaiki kembali pileg dan pilpres,” kata JK di Jakarta seperti dikutip dari Antara, Rabu (17/4/2019).

Wakil Presiden Jusuf Kalla kembali menyatakan ketidaksetujuannya terhadap penggabungan pilpres dan pemilu legislatif. Dia menyebut pemilu serentak itu membuat kondisinya lebih rumit.

Salah satu dampaknya, pemilu legislatif menjadi kurang diperhatikan masyarakat. Padahal, tidak kalah penting karena menentukan kualitas pembuat kebijakan selama lima tahun ke depan.

BACA JUGA:  Kunker Menteri BUMN di PT INKA, Teken MoU Dengan SMKN 1 Banyuwangi

JK menilai perhatian masyarakat terkuras pada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Sementara, pelaksanaan kampanye antara pilpres dan pileg berlangsung bersamaan.

“Masalahnya sendiri adalah pileg yang tahan karena ramainya pilpres, sebaliknya pileg itu tidak perlu menjadi perhatian dari media itu sendiri. Oleh karena itu harus dievaluasi dan semua yang harus dinilai ulang,” katanya.

BACA JUGA:  Keluarga Eggi Sudjana dan Kivlan Zen Berharap Polisi Kabulkan Penangguhan

Selain itu, JK juga meminta para elite dari masing-masing kubu untuk memulai upaya rekonsiliasi bangsa. Rekonsiliasi diperlukan setelah masyarakat terbelah karena berbeda pandangan politik.

Kalla mengundang capres kedua Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk dapat meminta dukungan-pendukungnya, menunggu dan mengembalikan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan bersama-sama memajukan bangsa Indonesia.

BACA JUGA:  KKPB Desak Kapolri Keluarkan Surat Perintah Autopsi Korban KPPS

“Setiap ada penghitungan akhir dari KPU, ya kita harus menerimanya dengan lapang dada, baik yang menang menerima, yang kalah akan menerima juga. Kita rekonsiliasi bangsa ini untuk bekerja pada masa depan yang lebih baik lagi,”ujarnya. (Anna)

Komentar