oleh

K.H. Ahmad Shobri Lubis: Memilih Pemimpin Jelas Diatur Dalam Islam?

Kabartoday, Parung Bogor – Tabligh Akbar yang digelar bersama warga Parung Bogor menjadi momen penting dalam menyikapi kriteria pemimpin menurut Islam. Hal itu dikatakan Ketua DPP Front Pembela Islam (FPI) K.H. Ahmad Shobri Lubis saat membuka Tabligh Akbar di Lapangan sepakbola desa Pamegarsari Parung Bogor, Minggu (17/2/2019).

Dengan jelas Shobri Lubis menjelaskan tema ‘Kriteria Pemimpin Menurut Islam‘ sangat uptodate dan menjadi penting dalam kondisi Indonesia saat ini.

“Islam mengajarkan seluruhnya, termasuk memilih seorang pemimpin menurut syariat Islam. “Kata Shobri Lubis saat ceramah dihadapan 1000 orang lebih jemaah Parung Bogor.

BACA JUGA:  Tee Kim Teck WNA Masuk DPT, KPU Benarkan Informasi Itu

Lebih lanjut kata Shobri Lubis, kesalahan memilih pemimpin akan berdampak pada rusaknya suatu Negara, rusaknya moral bangsa, dan rusaknya akhlak intelektual berpikir. “seorang pemimpin harus mampu menjadi Imam, bertanggungjawab, amanah dan membangun kepribadian bangsa. “Ujarnya.

Menyikapi polemik pemimpin Indonesia saat ini, Shobri Lubis mengkritik pedas, janji-janji yang selalu digemborkannya sebelum menjadi pemimpin Negeri ini bicaranya sangat indah dan muluk. Namun setelah menjadi pemimpin semua janjinya kandas. Ekonomi kerakyatan semakin terpuruk, tenaga kerja Indonesia merintih, produksi lokal tak dianggap, dan lain sebagainya.

BACA JUGA:  Semarak Suasana Hut Kampar, Kecamatan Tapung Gelar Karnaval

“Apakah pemimpin seperti itu yang kita harapkan? Tanya Shobri Lubis dihadapan para Jemaah.

Bahkan menurut Shobri Lubis, pemerintah saat ini sangat diktator dan sering lakukan kriminalisasi terhadap orang-orang yang mengkritisi pemerintah. “semua dianggap musuhnya, kita-kita yang kritis dan menasehati pemerintah menjadi buah simalakama, seenaknya saja aparat menjadikan kita sebagai tersangka, dan akhirnya di jebloskan ke penjara. ” ungkap Shobri Lubis.

BACA JUGA:  Kades Se Kabupaten Labuhanbatu Utara Terang-Terangan Deklarasi Capres

Ia menyayangkan sikap aparat yang mengikuti penguasa demi kehormatan pribadi dan golongannya, padahal Aparat dan penegak hukum di gaji oleh Negara dan bukan dari kantong pribadi penguasa. “Kita miris melihat kondisi Indonesia seperti ini, bahkan hukum tidak berpihak pada aturan yang benar, hukum saat ini berpihak pada penguasa. “Tutup Shobri Lubis.(Op/red)

Komentar