oleh

Kades Warureja Sebut ‘Wartawan Bodrek… Wartawan TAI, Harus Di Pidanakan

Kabartoday, Tegal – Penghinaan, pelecehan, dan kriminalisasi terhadap profesi wartawan tak pernah usai. Seorang Kepala Desa Warureja Tegal Jawa Tengah yang bernama Waluyo menyebut wartawan dengan panggilan arogan ‘Wartawan Bodrek… Wartawan TAI, hingga sampai menantang.

Perisitiwa memalukan dari seorang Kepala Desa ini terjadi, Kamis (21/2/2019) pukul 10.00 wib di kantor kepala Desa Warureja Tegal Jawa Tengah.

Awalnya, sebut Aidin wartawan media wartakum.net mengkonfirmasi adanya laporan warga Warureja terkait Pembangunan di Desa nya kurang maksimal, dengan pengelolaan Dana Desa (DD) TA 2016 s/d 2018 di duga tidak jelas, bahkan merebak adanya dugaan pungli perekrutan perangkat desa.

Bukannya jawaban atas pertanyaan Aidin yang diterima, tetapi Kades Waluyo malah menghardik dan menghina wartawan. “Warga yang mana dan jangan mengada-ngada. Jangan ngorek-ngorek di Desa saya yaa…”ketus Kades.

BACA JUGA:  Abdul Aziz Muslim : AAM Center Hadir untuk Menjawab Keluhan Warga Terkait BPJS

Waluyo juga mengatakan dengan arogannya bahwa ia jadi Kades tidak ada masalah, bahkan Waluyo menantang untuk ke kantor Kecamatan. “Ayoo kita ke kecamatan, kamu kenapa mengorek-mengorek Desa saya? Hayo kita bareng ke Kecamatan. “Pinta Kades Waluyo.

Ocehan dan sikap kades yang tidak beretika itu hanya di senyumin Aidin, bahkan Kades Waluyo sebut Wartawan Bodrek.. Wartawan TAI, dan meminta semua wartawan ke tempatnya, dia tidak takut.

“Alah ngomong apa dasar Wartawan, sukanya mengorek-ngorek saja. Dasar Wartawan Bodrek Wartawan tai. Panggil semua Wartawan saya tidak takut! ” Tantang Kades Waluyo dengan gaya premannya.

Hal yang memalukan ataa sikap Kades tersebut kembali saat merampas topi wartawan dari belakang yang lagi di pakenya, sambil menghina-hina dengan sebutan ‘dasar Wartawan Bodrek’.

BACA JUGA:  Tanpa Dukungan Pemkot Depok, FWJ Tetap Gelar Konser Budaya Satoe Hati di Tapos
Kades Warureja sudah di LP kan ke Polres Tegal

Atas kejadian itu, Aidin bersama para saksi kejadian langsung melaporkan Kades Waluyo ke Polres Tegal atas penghinaan dan pelecehan profesi wartawan.

Sementara Ketua Setnas Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Mustofa Hadi Karya menegaskan, bahwa kedunguan seorang Kepala Desa harus di berikan efek jera.

“Kades Warureja tidak mempunyai etika berkomunikasi, dan tidak memiliki edukasi baik, intelektual berpikirnya mungkin dibawah rata-rata, jadi memang layak untuk di didik di dalam Penjara. Dasarnya kuat, karena Kades yang bernama Waluyo itu sudah menghina dan melecehkan Profesi wartawan. Dan itu jelas kami sebagai wartawan sangat tersinggung dan marah. ” kata Opan panggilan akrab ketua Setnas FPII di Jakarta, Jum’at (22/2/2019) saat dimintai tanggapannya soal kasus ini.

Opan juga menjelaskan akan mengawal tersebut hingga pihak kepolisian Polres Tegal memberikan efek jera yang setimpal kepada Kades Warureja. “Kami akan kawal kasus ini, agar semua tau bahwa menghina profesi wartawan sama hal nya menghina alat pemersatu bangsa, karena wartawan salah satu pilar ke empat demokrasi. “Beber Opan.

BACA JUGA:  500 Ha Lahan Kritis Di Samosir Segera Dihijaukan

Sementara, Ketua Forum Jurnalis Indonesia (FJI) Usman Bodong menyampaikan permasalahan penghinaan dan pelecehan terhadap profesi Wartawan adalah tindak pidana murni. ” itu jelas tindak pidana, dan kepolisian harus menegakan supremasi hukumnya demi terlaksana penegakan hukum yang baik di Tegal. “Ucap Usman saat dikomunikasikan wartawan, Jum’at (22/2/2019).

Lebih lanjut kata Usman, pihaknya akan mendorong Polres Tegal untuk segera menahan pelaku yakni kades Waluyo. “kita akan kawal proses hukum ini sampai selesai. “Tegas Usman.(Rae/red)

Komentar