oleh

Kafe Miras Berkedok Warung Makan, Menjamur di Pantai Cemoro Songo

Kabartoday, Pemalang – Pada umumnya, Warung makan senantiasa menjajakan menu makan dan lauk kepada konsumen yang datang untuk makan, “Namun warung makan di Pantai ini beda.” Hanya nama yang dijadikan kepentingan mereka untuk melancarkan pelaku Ilegal Miras tanpa berkas.

Terlihat ketika perhatian Masyarakat mulai muncul hingga sampai ketelinga Media, Masyarakat Pro dan Kontra bermunculan dengan satu topik yang sama, adalah Penyakit Msayarakat, terkait (Kafe) yang berdiri bebas di pesisir Cemoro Songo.

Semenjak surat edaran Pemdan diluncurkan pada bulan lalu, kini buka kembali sejak lima hari lalu. Warung kafe di Kampung Bali Rt 09/003 Desa Klareyan, lokasi yang bersentuhan Warga Kampung Tingkir Desa Nyamplungsari Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang.

Para pelaku bisnis ini, Cerdas dengan dalih buka usaha warung makan dan kopi, tapi dibalik itu mereka dikelola Room “Kafe, yang Identik dengan minuman keras Plus pemandu lagu (PL), “kini. makin menjamur di sekitar Pantai wisata rakyat.

BACA JUGA:  Cak Supri Pimpin Kopdar Honda Jazz Komunitas Sidoarjo

Ironis sekali, karena tanpa ada penindakan dari pihak manapun, seperti Polres Pemalang, Polsek Petarukan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemalang yang selama ini dikenal getol melakukan razia.

Hasil keterangan yang didapat dilapangan oleh media ini, menurut (Korep) nama samaran, pada Minggu (25/5) Pkl 15:05 Wib, kata pimilik Kafe, semenjak saya disini atensi yang 7 warung masuk ke Polsek Rp 2,5 jt, dan masuk ke Polres Rp 2 jt, per-Bulan.

Kembali dikatakan, malah pihak Polsek minggu ini saya dan 7 warug lainnya dimintai Rp 500 rb per-warung yang katanya untuk parsel lebaran. Hal ini Sdr,Doling pada Minggu (26/5), menanggapi adanya Kafe-kafe minuman keras yang semakin menjamur.

BACA JUGA:  Ketua PWI Riau Sebut Humas Polres Kampar Arogan terhadap Wartawan

Seorang warga setempat, sebut ‘T’ pun menanggapi kondisi yang sebenarnya.

Menurut tokoh pemuda itu, puluhan kafe-kafe seperti ini semakin menjamur dan kerap menjadi pemicu terjadinya aksi kriminal seperti perkelahian. Hal ini sudah menjadi bahasan warga sebagai bahan perbincangan dalam sebuah kegiatan kemasyarakatan, mengingat sebentar lagi lebaran,

Pantai wisata yang dikelola warga setempat, adalah menjadi komoditi besar jangan sampai keributan yang bersumber dari kafe tersebut.

Namun disayangkan, tidak ada tindakan kongkrit dari pihak yang berwenang termasuk wilayah Hukum Polsek Petarukan, dan Satpol PP Kabupaten Pemalang semua Masif.

Padahal ditempat lain, dimasing-masing Polsek bersama Satpol PP sangat gencar melakukan operasi (Pekat) Penyakit Masyarakat dengan minuman keras.

Akibatnya, kemunculan kafe-kafe baru semakin tidak terbendung lagi. Parahnya, tidak jauh di sekitar permukiman Warga, warung kafe muncul berdampingan denagan gubuk pengusahan panami.

BACA JUGA:  Kenakan Peci Merah Asdiansyah Calonkan Diri SebagaiĀ  Kepala Desa Kadu

“Selain sangat kerap memicu terjadinya tindak kriminal dan gangguan kamtibmas, karena mendirikan kafe di sekitar Taman “Cemoro Songo” wilayah yang bernuansa wisata rakyat “seperti, pemandangan gubuk unik pengusaha Panami dan pedagang kecil lain yang melengkapi Wisata tersebut.

Video terkait

Sementara ‘S’, seorang warga lainnya ikut membenarkan hal tersebut.
Menurut dia, ada 7 Warung Makan yang bebas tanpa berkas menjual Miras dengan leluasa, “mereka” sembunyi dibalik nama warung makan, “namun sesungguhnya “itu, murni pedagang Miras yang menyediakan Room Karaoke Plus “Pemandu Lagu” (PL).

Ada apakah?., sampai tidak tersentuh Oprasi Pekat yang sedang dilaksanakan pada saat ini. Sedangkan harapan warga lingkungan kegiatan Kafe agar lebih tertib. Kita pun menyadari penyakit masyarakat seperti ini tidak bisa diberantas, apalagi kalau aparatnya tutup mata.(Rae)

Komentar