oleh

Kakorbinmas Mabes Polri Santuni Keluarga Almarhum Ketua KPPS Banyuwangi

Kabartoday, BANYUWANGI – Seusai ikut melakukan pengecekan kesiapan arus mudik lebaran di ASDP Ketapang bersama 4 Jendral Mabes Polri lainnya, Kakorbinmas Irjen Herry Wibowo langsung mengunjungi rumah duka almarhum Nanang subianto (55), warga Jalan Sawo indah RT 02 RW 06 Lingkungan Stendo Kelurahan Tukang Kayu Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur.

Kedatangan PerwiraTinggi (Pati) dari Mabes Polri ke rumah duka almarhum Nanang Subianto yaitu Ketua KPPS yang meninggal dunia pada 23 April 2019, pukul 13.20 WIB di RSI Fatimah Banyuwangi saat melaksanakan tugas penyelenggaraan Pemilu 2019. Tampak mengiringi Jendral Polisi tersebut salah satu petugas Dokkes Mabes Polri berpangkat Kombes dan Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi SIK MH.

Keterangan Juwariyah (54) istri almarhum Nanang Subianto, pada 23 April 2019 lalu sekitar habis dzuhur, suaminya masih melayani karyawan yg meminta tambahan cat. Kemudian adik ipar almarhum minta dicarikan kitab Surat Yasin karena akan pergi ke makam ibunya. Namun almarhum memberikan kitab Juz’ama, lalu almarhum masuk ke kamar. Namun beberapa lama tidak kunjung keluar, maka disusul lah oleh adik iparnya ke dalam kamar.

BACA JUGA:  Sambut HUT Bhayangkara, Polsek KPYS Ambon Bhakti Sosial di Musholla

“Kondisi suami saya waktu itu rebahan ditempat tidur. Lalu saya memanggil anggota keluarga lainnya dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Islam Fatimah. Tetapi oleh dokter dinyatakan sudah meninggal pada pukul 13.20 WIB,” tutur Juwariyah dengan nada sedih.

Menurut Kakorbinmas Irjen Herry Wibowo, kedatangannya kali ini bertujuan memberikan tali asih kepada keluarga almarhum Ketua KPPS Nanang Subianto.
“Tujuan kedatangan kami kesini salah satunya memberikan tali asih kepada keluarga almarhum Pak Nanang selaku ketua KPPS, semoga tali asih yang tidak seberapa ini bisa bermanfaat untuk keluarga almarhum,” tutur Irjen Herry Wibowo.

BACA JUGA:  Rampungnya Waduk Sunter Selatan Sisi Kiri, Dinas SDA Apresiasi Warga DKI

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Herry Wibowo juga menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang sudah memberikan bantuan kepada keluarga almarhum.

Terkait adanya wacana korban meninggal dunia maupun terluka saat menjalankan tugas di TPS diduga akibat kelalaian KPU, Herry menanggapi, dalam waktu dekat pihaknya akan ada rapat membahas pemilu 2024 yang akan datang, apakah tetap memakai sistem yang sama apa tidak.

BACA JUGA:  Polsek KPYS Ambon Beri Bingkisan Natal ke Panti Asuhan Santa Maria Ahuru

“Sehingga kedepannya tidak akan terjadi hal yang sama seperti ini lagi, ” beber Herry.

Harapan besar kedepannya disampaikan Herry, bahwa pemilu tahun 2024 selanjutnya jangan sampai serentak, agar supaya tidak ada lagi korban korban yang berjatuhan.

“Karena secara nalar atau secara logika teramat sangat melelahkan sekali. Untuk wacana proses hukum akibat banyaknya korban meninggal dalam tugas di KPPS, kita sifatnya menunggu saja. Apakah ada kebijakan atau keputusan pemeriksaan lebih lanjut, jika memang ada wacana di bawa ke proses hukum, kita juga siap saja,” pungkasnya.(HS)

Komentar