oleh

Kalapas Polewali Dinonaktifkan Gegara Mewajibkan Tahanan Mengaji

Kabartoday, Jakarta – Dalam kebijakan lembaga pemasyarakatan, ada dua hal pembinaan yang diterapkan oleh seorang Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas), yakni pembinaan Mental kepribadian dan pembinaan kemandirian dari para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) itu sendiri.

Untuk itulah Kalapas Polewali Haryoto, S.Sos menerapkan syarat minimalis bagi WBP yang ingin mendapat Pembebasan Bersyarat (PB) diharuskan melewati tes hapalan surah pendek dalam Alquran (Juz Ama).

Ada dua orang yang mengajukan pada Juni 2019. Yang satunya dianggap memadai, namun satunya lagi baru 7 surah pendek sudah kepayahan untuk melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an.

Sehingga ditegurlah WBP ini, “Kemana saja kamu selama berbulan-bulan ini untuk mengaji? “Tanya Kalapas Haryoto.

BACA JUGA:  PBB Tolak Rekapitulasi Pleno DPRD DKI Jakarta 2019

Adapun WBP yang ditegur mengaku salah karena kurang telaten dalam belajar mengaji.

Entah mengapa, teguran tersebut membuat geger seluruh Lapas. Ditambah lagi ada seorang Narapidana Teroris (napiter) yang mengompori Sehingga muncul protes amuk massa dari 200 tahanan atau WBP.

Lemparan batu para WBP yang ngamuk sempat memecahkan kaca jendela yang ada di Lapas. Untunglah amuk WBP segera diatasi.

Sebenarnya, kasus ini tidak muncul dalam pemberitaan. Namun jadi bocor saat masuk tamu dari kalangan kepolisian setempat. Entah siapa yang memulai kemudian viral.

BACA JUGA:  Jumbo Korupsi Pemilu 2019 KPU Resmi Dilaporkan Oleh TPKR

Kalapas Haryoto kemudian Dinonaktifkan terhitung 23 Juni 2019 paska demonstrasi WBP yang menolak adanya syarat lancar dalam membaca Al-Quran bagi para WBP yang diusulkan dalam pengurusaan Pembebasan Cuti Bersyarat maupun Pembebasan Bersyarat.

Program Pembinaan yang dilakukan Haryoto sejalan dan tidak bertentangan dengan UU 12 Tahun 1995 tentang ¬†Pemasyarakatan ¬†Pasal 15 ¬†ayat (1) bahwa ‘Narapidana wajib mengikuti secara tertib kegiatan pembinaan dan kegiatan tertentu, dan pasal 6 ayat (1) Kalapas wajib melaksanakan program pembinaan narapidana‘.

Oleh sebab itu, adanya program membaca Al-quran bagi persyaratan WBP yang akan PCB dan PB bukan merupakan penambahan aturan serta sejalan dengan aturan yang ada.

BACA JUGA:  HIKKAPI Mitra Strategis Kementrian Perhubungan

“Saat ini kami mengedarkan Petisi dukungan bagi Kalapas Polewali yang di nonaktifkan oleh Menteri Yosanna Laoly. “ucap Ketua Presidium Ikatan Polisi Mitra Masyarakat Indonesia (IPMMI) Suta Widhya, Senin (1/7/2019) malam di Jakarta.

Dengan menandatangani petisi tersebut, maka otomatis memberi izin pada Tim Advokasi Bangsa Indonesia yang dipimpin Suta Widhya SH untuk menyerahkan tandatangannya kepada pihak-pihak yang berwenang terhadap persoalan ini.

“Kami justru menginginkan tindakan disiplin yang berat bagi WBP yang melakukan tindakan pengrusakan properti milik Lapas Polewali, Sulawesi Barat. “Tutup Suta.(Op/Hsw)

Komentar