oleh

KAMAKH Akan Datangi DKPP, Stop Kejahatan Pemilu Kata Jalih Pitung

Kabartoday, Jakarta – Pesta demokrasi Indonesia yang digelar 17 April 2019 rupanya menyisihkan kisah duka yang mendalam. Berbagai kejahatan pemilu kerap terjadi, mulai dari ratusan KPPS yang meninggal saat menjalankan tugas, pengancaman, hingga terjadinya kejatahan pemilu yang di duga dilakukan oleh sekelompok oknum para pejabat tinggi KPU.

Kejahatan pemilu 2019 dikatakan Muhammad Jalih atau bang Jalih Pitung seorang aktivis betawi yang tergabung di Koalisi Aktivis Masyarakat Anti Hoax dan Korupsi (KAMAKH) ini tergolong pelanggaran perampasan HAK demokrasi bangsa dan matinya supremasi hukum di Indonesia.

Mengacu hal tersebut diatas, ia akan datangi Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jl. MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019) pukul 13.30 Wib.

BACA JUGA:  Di Lampung, Positif Covid 19 Bertambah 12 Orang, Jumlah Komulatif Menjadi 440 Kasus

“Kami datangi DKPP untuk bertemu pak Muhammad Taufik hari ini sebagai langkah lanjutan terjadinya pembiaran atas laporan-laporan terjadinya kejahatan pemilu yang terjadi dimana mana. “kata Jalih saat dihubungi kabartoday dini hari tadi, Selasa (30/4/2019).

Jalih juga menyebut dirinya akan di dampingi penasehat hukum DR. Eggi Sudjana SH. MSi dan Pitra Romadhoni Nasution, SH.MH sebagai kuasa hukumnya.

BACA JUGA:  Mr Kan: Indonesia Berpotensi Tinggi Akan Mengalami Hal Serupa Kisah Titanik

Sebelumnya dikabarkan. kehebohan polemik pemilu 2019 kata Jalih diawali adanya kebohongan publik yang kerap dilontarkan oleh capres 01 Joko Widodo (Jokowi) saat debat pilpers beberapa waktu lalu.

Jokowi dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh Eggi Sudjana dan Pitra Romadhoni atas perkataannya yang telah membohongi rakyat di muka publik, namun polisi terkesan tidak meresponnya, padahal posisi Jokowi saat itu bukan sebagai Presiden RI tetapi calon Presiden RI tahun 2019.

BACA JUGA:  Kapolresta Kab. Sidoarjo Terjunkan Satgas Anti Botoh, Agar Pilkades dan Pilkada Serentak Berjalan Aman

Terkait banyaknya tindak kejahatan pemilu yang terstruktur dan masif, di duga dilakukan oleh oknum pejabat KPU maupun kubu 01, pihaknya telah melaporkan lebih dari 3 kali ke Bawaslu, namun belum juga direspon. Untuk itu dijelaskan Jalih, bahwa ia bersama kuasa hukumnya akan datangi DKPP sebagai Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu untuk disikapi dengan serius.(Op)

Komentar