oleh

Kapal Sipil Pengangkut BBM Kodam XVI/Pattimura Yang Hilang di Maluku Tak Miliki Ijin Berlayar

-Daerah-356 views

Kabartoday, AMBON – Kapal Layar Motor (KLM) Panji Saputra yang hilang diperairan Maluku sejak pekan lalu hingga kini belum juga ditemukan. Kapal Layar Motor dengan ukuran panjang 10 meter dan lebar dua meter berbobot enam grosstone ini membawa muatan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis avtur sebanyak 5.000 liter milik Kodam XVI/Pattimura. Kapal ini bertolak dari Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon Selasa (7/1/2020) sekitar pukul 10.00 WIT dengan tujuan Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) serta Moa Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Kapal sedianya akan tiba di Saumlaki Sabtu (11/1/2020). Namun sejak bertolak meninggalkan pelabuhan Slamet Riyadi Kota Ambon, kapal ini hilang kontak hingga saat ini.

KLM Panji Saputra dengan warna badan kapal dominan hijau tua ini bermuatan enam orang terdiri dari enam orang awak kapal serta dua orang prajurit Bekangdam XVI/Pattimura. Empat ABK yaitu La Mufik, La Jau, Ongki dan seorang yang belum diketahui identitasnya. Sementara dua prajurit Kodam XVI/Pattimura masing-masing Serda Aswadin Ali serta Pratu Midun. Kedua prajurit ini mendapat perintah untuk mengawal kapal bermuatan lima ribu liter avtur ini hingga tempat tujuan di Saumlaki serta Moa. Avtur ini akan digunakan untuk bahan bakar Helikopter TNI AD yang akan digunakan Panglima Kodam XVI/Pattimura Mayjen TNI Marga Taufiq saat melakukan kunjungan kerja ke pulau-pulau di jazirah Maluku Bagian Tenggara.

Terkait dengan keberadaan KLM Panji Saputra yang berlayar memuat BBM milik Kodam XVI/Pattimura ke Saumlaki ini pihak syahbandar mengaku tidak mengetahui. Bahkan Surat Ijin Berlayar (SIB) sebagai salah satu syarat mutlak untuk kapal berlayar juga tidak pernah dikeluarkan. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran bahwa surat ijin berlayar hanya dikeluarkan oleh syahbandar. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon menegaskan tidak pernah menerbitkan surat ijin berlayar.

BACA JUGA:  Wakapolri Rombak 5 Jabatan Polres Metro dan 2 Posisi Strategis di PMJ

“Jadi hal ini sudah kami konfirmasi langsung kepada pimpinan dan juga bidang terkait (Bidang Keselamatan Berlayar) menjelaskan bahwa keberadaan kapal tersebut (KLM Panji Saputra) tanpa sepengetahuan Kantor KSOP Kelas I Ambon. KSOP tidak pernah memberikan surat persetujuan berlayar. Bahkan tidak ada permohonan yang masuk ke KSOP untuk kapal tersebut berlayar. Sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran bahwa setiap kapal yang hendak berangkat harus memiliki persetujuan dari syahbandar. Dan KSOP Klas I Ambon merupakan institusi yang berwenang untuk mengeluarkan persetujuan berlayar dari pelabuhan yang ada di Ambon,” tegas Ethly Johannis Alfaris, staf humas Kantor KSOP Kelas I Ambon saat dikonfirmasi media ini Senin (20/1/2020).

Ethly Johannis Alfaris, Staf Humas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Ambon

Ia mengaku baru mengetahui ada musibah kapal hilang ini dari viralnya pemberitaan sejumlah media yang gencar memberitakan peristiwa ini. Untuk itu ia menghimbau kepada seluruh pemilik kapal serta nakhoda agar mematuhi aturan yang berlaku sesuai Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kami himbau kepada seluruh masyarakat terutama pemilik kapal serta nakhoda untuk pastikan setiap kapal yang akan berangkat dari pelabuhan Ambon itu telah mendapat persetujuan berlayar dari Kantor KSOP Klas I Ambon. Karena sebelum kapal berangkat itu kan ada prosedur-prosedur yang harus petugas kami lakukan untuk menyetujui bahwa kapal itu layak untuk diberangkatkan. Ini untuk keselamatan bersama terutama kapal serta penumpang termasuk barang muatannya,” tandas Alfaris.

BACA JUGA:  Personil Polda Maluku Masuk 10 Besar Bhabinkamtibmas Terbaik 2019

KLM Panji Saputra ini bertolak dari Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon Selasa (7/1/2020). Dengan berawak empat orang dan dikawal dua prajurit Kodam XVI/Pattimura, kapal dengan muatan lima ribu liter bahan bakar jenis avtur ini diestimasikan tiba di pelabuhan Saumlaki Kabupaten KKT pada Sabtu (11/1/2020). Namun beberapa hari ditunggu, kapal ini tidak juga muncul di pelabuhan Saumlaki. Sejak saat itu, kapal hilang kontak.

Setelah seminggu lebih kapal hilang kontak, baru dilaporkan ke Kantor Basarnas Ambon pada Sabtu (18/1/2020) sekitar pukul 11.00 WIT. Pelapornya dua orang yaitu ibu Ati selaku juragan kapal dan Lettu Agung dari Den Bekang Kodam XVI/Pattimura Ambon. Setelah mendapat laporan, Basarnas kemudian melakukan pencarian. Bahkan pencarian dilakukan secara besar-besaran. Selain Basarnas, pencarian kapal naas ini melibatkan kekuatan tiga angkatan di TNI baik Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Angkatan Udara serta kepolisian.

Kapendam XVI/Pattimura Kolonel Inf Jansen Simanjuntak yang dikonfirmasi terkait kapal yang tak memiliki surat ijin berlayar dari pihak otoritas dalam hal ini syahbandar, belum mau memberikan keterangan. Ia katakan saat ini lebih baik fokus kepada pencarian dulu yang lebih urgent. “Saat ini kita fokus dulu kepada pencarian para korban. Soal yang lain nanti saja baru dibicarakan,” jelasnya.

Ia jelaskan pencarian yang dilakukan Minggu (19/1/2020) melibatkan semua potensi dari institusi terkait. “KN Abimanyu dari Basarnas Ambon dengan kekuatan 16 personil. Pesawat CN-235 milik TNI Angkatan Laut dari Komando Armada III Sorong berkekuatan delapan personil. Kapal Polisi KP Tanjung Alang milik Polairud Polda Maluku kekuatan tujuh personel. Kapang Angkatan Laut KAL P Nustual 1-9-16 dari Pangkalan Angkatan Laut Saumlaki berkekuatan sembilan personil serta kapal angkatan laut KAL Hutumuri dari Pangkalan Utama Angkatan Laut IX berkekuatan tujuh personil. Seharian melakukan pencarian, tim belum berhasil mendapat tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpangnya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Polsek Leihitu Pengamanan Sholat Isya dan Tarawih di Masjid Al-Hudayah

Ia jelaskan untuk pencarian Senin (20/1/2020) kembali melibatkan beberapa kekuatan termasuk Basarnas Tual. KN Bharata dari Basarnas Tual akan melakukan pencarian di sekitar perairan Kota Tual. Pesawat CN-235 milik TNI AL akan melakukan pencarian dari udara di sekitar wilayah Pulau Gorom, Geser serta Pulau Teor di Kabupaten Seram Bagian Timur. KP Tanjung Alang dari Polairud akan melakukan pencarian disekitar pulau Saparua serta Pulau Nusa Laut. Kapal TNI Angkatan Darat yaitu AD 64 akan melakukan pencarian dengan rute Ambon-Pulau Geser-Pulau Mahoka-Pulau Banda dan KAL Hutumuri akan melakukan pencarian di sekitar pulau Saparua. Sementara KAL Hutumuri akan melakukan pencarian di sekitar pulau Babar hingga Pulau Molu.

Simanjuntak meminta bantuan doa dari semua warga di Maluku agar pencarian yang dilakukan tim gabungan ini dapat berhasil dan bisa menemukan semua korban dalam keadaan selamat. “Kami meminta dukungan doa dari semua masyarakat Maluku agar misi pencarian yang dilakukan hari ini dapat berhasil dan semoga para korban dapat ditemukan dalam keadaan selamat,” pintanya. (Imanuel)

Komentar