oleh

Kapolda Maluku Irup Hari Lahir Pancasila

-Daerah-298 views

Kabartoday, Ambon – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku menggelar upacara peringatan hari lahir Pancasila ke 74. Upacara yang digelar dalam suasana hujan rintik ini Kapolda Maluku Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa bertindak sebagai inspektur upacara (irup) yang dilaksanakan Sabtu (1/6) pagi di Lapangan Upacara Letkol (Purn) Chr. Tahapary, kawasan Tantui Kota Ambon.

Dalam upacara tersebut dilakukan pengibaran bendera merah putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh seluruh peserta upacara.

Lumowa dalam amanatnya membacakan sambutan Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia Hariyono.

“Melalui peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni 2019, Pancasila perlu dijadikan sebagai sumber inspirasi “politik harapan” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dikatakan seluruh komponen bangsa Indonesia harus terus menerus secara konsisten merealisasikan Pancasila sebagai dasar negara, ideologi Negara dan pandangan dunia yang dapat membawa kemajuan dan kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia.

“Kita bersatu membangun bangsa untuk merealisasikan tatanan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan. Kita Indonesia, Kita Pancasila,” tegasnya.

Ia paparkan, Pancasila mampu menyatukan semua sebagai satu bangsa dan hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kondisi geografis yang memposisikan wilayah Indonesia sebagai Negara kepulauan makin memperkokoh konsep dan keyakinan akan “tanah air Indonesia”. Kesatuan gugusan pulau yang berada di antara dua Samudra, Pasifik dan Hindia, serta di antara dua Benua, Asia dan Australia, meneguhkan bahwa Indonesia sebagai bangsa memiliki ruang hidup tanah-air sebagai satu kesatuan. Ada relasi dan perpaduan antara darat dan laut yang saling menguatkan sebagaimana dalam konsep wawasan nusantara.

BACA JUGA:  Seminar Psiko Edukasi Siapkan Agen Penyelamat Generasi Muda

Ia ungkapkan, Pancasila sebagai dasar Negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para “pendiri bangsa” merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan Yang Maha Esa buat bangsa Indonesia.

“Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, kita akui bahwa eksistensi keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai Negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila,” pungkasnya.

Menurutnya, Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi harus terus diperjuangkan. Keberagaman kondisi geografis, flora, fauna hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan yang inklusif.

BACA JUGA:  Taman Biasa Disulap Menjadi Taman Bacaan 64. PPSU Kel Cakung Barat

Proses internalisasi sekaligus pengamalan nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dan diperjuangkan secara terus menerus. Pancasila harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berkat Pancasila yang berkelindan (erat menjadi satu) dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong keberagaman yang ada menjadi suatu berkah. Berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan “Bhinneka Tunggal Ika”.

“Dalam konteks itulah, sesuai dengan pesan Presiden Jokowi bahwa memperingati dan merayakan hari kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni merupakan suatu keniscayaan,” tuturnya.

Dikatakan, lewat momen peringatan hari lahir Pancasila ini maka ada dua hal yang jadi perhatian yaitu Pertama, bangsa Indonesia berusaha mengenang dan merefleksikan momentum sejarah dimana pendiri bangsa berhasil menggali nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia sebagai dasar negara sehingga bangsa Nusantara yang beragam dapat bersatu dan menyatu sebagai satu bangsa. Sebagai bangsa besar kita tidak akan meninggalkan sejarah, apa yang oleh Bung Karno pernah disebut “JAS MERAH”. Untuk menghormati jasa pendiri bangsa sekaligus meneguhkan komitmen terhadap ideologi negara itulah kita memperingati hari kelahiran Pancasila sebagai salah satu kebanggaan nasional (national pride).

BACA JUGA:  Panwaslu Curug bersikan APK kampenye di Hari Tenang

Peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni bukan sesuatu yang terpisah dari momentum perumusan. Yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana seluruh bangsa Indonesia mengamalkan dan mengamankan Pancasila secara simultan dan terus menerus.

Kedua, dengan merayakan hari kelahiran Pancasila, seluruh masyarakat Indonesia membangun kebersamaan dan harapan untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

Upacara peringatan hari lahir Pancasila ini bertindak sebagai pemimpin upacara AKBP Frans Duma, dari Ditintel Polda. Seluruh pejabat utama Polda Maluku turut hadir. Sementara peserta upacara terdiri dari satuan Brimob, Satuan Sabhara, serta personil Polda Maluku lainnya.

Di akhir upacara, Lumowa yang sebelumnya menjabat Kepala Korps Lalulintas (Kakorlantas) Mabes Polri meminta seluruh peserta upacara menyanyikan lagu perjuangan Satu Nusa Satu Bangsa, Maju Tak Gentar. Ia juga meminta peserta upacara juga menyanyikan lagu daerah Maluku yang bernuansa ke-Nusantara-an yaitu Maluku Tanah Pusaka, nantikan beta Maluku. Nyanyian ditutup dengan lagu “Mars Polda Maluku”. (MAL)

Komentar