oleh

Kapolres Jakarta Pusat Benarkan Ada Penyusup Copet Bikin Ricuh Munajat 212

Kabartoday, Jakarta – Insiden terjadinya kericuhan bukan lantaran adanya penanganiayaan terhadap wartawan. Kericuhan muncul dikatakan Kapolres Jakarta Pusat┬áKombes Harry Kurniawan menyebutkan awal kericuhan tersebut muncul diduga dengan adanya pencopet.

“Iya itu diduga copet ya, ada dua orang dan sudah kita bawa, ya itu diduga ya (berawalnya Kericuhan),” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan saat dihubungi, Kamis (21/2/2019) malam.

Sebelumnya ramai diberitakan seorang wartawan dari sebuah media online yang bernama Walda Marison. Ia menceritakan detik-detik insiden intimidasi terhadap dirinya di acara Munajat 212.

BACA JUGA:  Laksanakan Amanat PERDA Kab. Garut No. 11/Th. 2011 Kadisdik Instruksikan Tarik Kembali Penjualan Buku Yang Dijual

Waldan menceritakan, awalnya ia sedang duduk di belakang panggung, kemudian terjadi kericuhan di dekat area depan panggung, sebagai nalurinya langsung nimbrung ke kerumunan massa yang sedang terlihat ricuh.

Melihat kondisi yang kurang baik, wartawan detikcom, Satria dengan posisi berada di paling depan diantara jurnalis lainnya sembari mengabadikan gambar melalui rekaman selular. Akhirinya, Satria ditarik oleh kerumunan massa untuk diamankan dari massa yang ricuh.

BACA JUGA:  Koramil-02/Pondok Gede Cek Kesiapan Giat TMMD

Diakui Satria, dirinya mengalami tidak baik oleh massa di sana, Walda yang melihat rekannya terhimpit kerumunan massa, ia berusaha melerai kericuhan tersebut, malah Waldan menjadi sasaran copet. Alhasil ponsel genggam Walda raib di lokasi kejadian.

“Saat itu saya berusaha tarik Satria dari kerumunan sambil merekam, saya tarik Satria tapi gak bisa. HP saya taruh di kantung baju. Pas di kerumunan, hp saya hilang, ” ujarnya.(An/Iyan)

Komentar