oleh

Kapolresta Ambon Rilis Dua Polsek Ungkap Penyelundupan Ratusan Kilo Merkuri

Kabartoday, AMBON – Dua Polsek jajaran Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease berhasil menggagalkan penyelundupan ratusan kilo cairan merkuri di awal bulan Desember ini. Polsek Leihitu berhasil mengamankan 123 kg merkuri sementara Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon mengungkap 34 kg merkuri yang hendak diselundupkan keluar Maluku. Dari dua kasus ini, polisi mengamankan tiga warga dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Leo Surya Nugraha Simatupang mengungkapkan Polsek Leihitu menggagalkan penyelundupan merkuri Rabu (11/12) dengan TKP depan Mapolsek Leihitu.

“Tadi pagi, jajaran kita di Polsek Leihitu mengamankan 123 kilogram cairan merkuri yang dikemas dalam lima jerigen kemasan lima liter. Setelah dilakukan pengembangan, dua orang diamankan dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Inisialnya RP dan AK,” ujar Simatupang saat konferensi pers Rabu (11/12) di ruang lobi Mapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease kawasan Perigi Lima Ambon.

BACA JUGA:  Bau Kandang Bebek Dikeluhkan Warga Desa Kampung Sawah

Dalam konferensi pers tersebut, Simatupang yang didampingi Kapolsek KPYS AKP Florensius Teddy dan Kasatreskrim AKP Gilang Prasetya tegaskan para tersangka ini dijerat dengan pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman 10 tahun penjara serta denda 10 miliar rupiah.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Leo Surya Nugraha Simatupang menunjukan para tersangka terkait tindak pidana pertambangan ilegal kasus merkuri dan sinabar

Simatupang yang pernah bertugas sebagai Kapolres Pulau Buru di tahun 2017 lalu ungkapkan beberapa hari sebelumnya tepatnya Minggu (1/12) Polsek KPYS Ambon juga berhasil menggagalkan penyelundupan merkuri sebanyak 34 kilogram di pelabuhan Yos Sudarso. Dari kasus ini, satu orang yang membawa merkuri ini berhasil diamankan dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Di kawasan pelabuhan Yos Sudarso pada Minggu (1/12) personil Polsek KPYS mengamankan satu orang berinisial WJS. Sudah ditetapkan sebagai tersangka. Barang bukti yang diamankan ada 34 kilogram cairan merkuri,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Polres Metro Tangerang Kota Bagikan 1000 Sembako ke Warga Kosambi

Selain mengungkap 34 kg merkuri ini, Simatupang jelaskan pada bulan September dan Oktober lalu Polsek KPYS juga berhasil mengungkap tindak pidana pertambangan ilegal. Pada Sabtu (21/9) satu tersangka inisial GT ditangkap dengan barang bukti 32 kg cinnabar. Kemudian pada Minggu (22/10) dua tersangka yaitu MR dan LM ditangkap dengan barang bukti 75 kg cairan merkuri.

Simatupang yang tiga pekan lagi akan berpangkat Komisaris Besar Polisi katakan semua tersangka dijerat dengan pasal 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman 10 tahun penjara serta denda 10 miliar rupiah.

Alumni Akabri kepolisian tahun 1997 ini beberkan masih banyaknya warga yang nekat menyelundupkan merkuri karena tergiur keuntungan yang cukup menjanjikan.

“Harga beli sekitar 300 ribu per liter, sementara harga jual di luar Maluku lebih dari satu juta rupiah. Bayangkan keuntungannya. Ini yang membuat masyarakat tergiur dengan keuntungan,” terang Simatupang.

BACA JUGA:  Cegah Penyebaran Covid 19, Polsek Tapung Bersama Koramil Dan Puskesmas Adakan Goro di Pasar Petapahan

Ia jelaskan dari hasil pemeriksaan para tersangka ini, terungkap barang bukti merkuri ternyata berasal dari Kabupaten Seram Bagian Barat. Untuk itu, ia mengaku akan berkoordinasi dengan Kapolres SBB AKBP Bayu T Butar-Butar serta pihak Polda Maluku untuk bersama-sama mencegah peredaran Merkuri maupun sinabar.

“Apalagi masalah ini sangat mendapat atensi dari bapak Presiden yang menegaskan pelarangan pertambangan sinabar maupun merkuri. Karena itu, kita akan berkoordinasi dengan semua pihak untuk bersama-sama mencegah dan memberantas masalah sinabar maupun merkuri. Prinsipnya, kita tidak akan pernah toleransi dengan masalah sinabar mau merkuri. Kita akan tindak tegas,” tegasnya.

Saat konferensi pers itu, Simatupang menunjukan barang bukti merkuri yang diamankan. Ada yang dikemas dalam jerigen lima liter, ada juga dalam delapan botol aqua kemasan 625 liter serta sinabar. (Manuel)

Komentar