oleh

Kasus 170 Digelaran Event 4 Tahun Lalu Mandek, SR Adukan Ke Polda Jabar

Kabartoday, Bogor – Kasus pengrusakan dan penganiayaan yang terjadi 4 tahun lalu, tepatnya 16 Desember 2014 yang dilakukan salah satu Ormas Banteng Bogor Raya (BBR) dalam acara pentas Seni Budaya di Desa Ranca Bungur, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, dikatakan Pelapor tak bergeming di mata hukum, bahkan hingga kini tak ada kejelasannya.

Hal itu dijelaskan Surat Rachmanto (SR) selaku pelapor. Ia mengaku kecewa, lantaran kinerja Kepolisian Polres Bogor Jawa Barat membiarkan para pelaku berkeliaran bebas.

Rahmanto juga menduga ada oknum polisi yang sengaja membiarkan kasus tersebut dibekukan.

“Sudah 4 tahun saya mempertanyakan kasus penganiayaan dan pengrusakan itu, namun sampai saat ini pihak Kepolisian Polres Bogor tidak ada tindak lanjutnya. Padahal barang bukti dan saksi-saksi sudah diserahkan dan dimintai keterangan, ”ungkap Surat Rachmanto (SR) heran, ketika ditemuinya dibilangan Sawangan Parung Bogor (23/6/2019) Malam.

SR mengkisahkan, peristiwa yang menghancurkan eventnya dilakukan oleh para oknum ormas BBR, dirinya juga menyebut tidak tau apa salahnya terhadap ormas itu.

Atas kejadian tersebut, SR melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kemang, Bogor dengan laporan Polisi Nomor, LP/501/B/XII/2014. Kemang.

BACA JUGA:  Buntut Demo di Kemnaker, 8 Orang Pengurus Serikat Pekerja Transjakarta Dipecat

Alhasil, bukannya mendapatkan respon positif malah kasus tersebut pun langsung dilimpahkan ke Polres Bogor. Tertanggal, 25 Januari 2015 sesuai surat pengalihan perkara No. B/15/I/2015/Reskrim.

Dalam kronologis awal kasus tersebut dijelaskannya, pada tanggal 16 Desember 2014, SR mengaku diberikan kepercayaan oleh Lurah Cimulang Rancak Bungur, Bogor, Zaenuri untuk menggelar acara pentas seni budaya sebagai hari peringatan ulang tahun desa tersebut.

Ia dipercaya Sebagai pimpinan event organizer pada perhelatan acara itu.

“Saya telah bekerja keras dalam mempersiapkan acara tersebut sesuai perjanjian dengan Lurah Zaenuri. “Ucapnya.

Lebih rinci, SR juga menjelaskan kejadian, dimana ketika acara dimulai, tiba–tiba datang segerombol orang yang mengaku dari Ormas BBR minta uang Rp 15 juta untuk dana konsolidasi. Namun, sama panitia hanya mampu diberikan Rp 5 juta, itu pun uang yang dikolektif dari para pedagang. Setelah uang tersebut diterima mereka (oknum ormas BBR), amat disayangkan, akhirnya mereka merusak tenda dan menganiaya Crew event organizer.

“Saya datang ke lokasi untuk mengetahui peristiwa itu, di lokasi acara para oknum dari Ormas BBR masih mengamuk dan marah, lantaran uang yang mereka minta sebagai uang “jago” tak semuanya dikabulkan. “Papar Rahmanto.

BACA JUGA:  Pengguna Aplikasi DPR Now! Terus Meningkat Signifikan

Ia berharap agar pihak aparat kepolisian sebagai ujung tombak dalam hal penanganan perkara pidana merealisasikan kasus yang telah menelan kerugian baik materi dan imateri itu.

Sementara Aiptu. Isa Ismail, Penyidik Pembantu Unit 4 (empat) Polres Bogor ketika dikonfirmasi wartawan melalui seluler, mengatakan, berdasarkan hasil dari gelar perkara pihak Penyidik membutuhkan minimal dua orang saksi dari pihak pelapor (Surat Rachmanto-red) lagi, selain saksi dari Penyidik juga membutuhkan Barang bukti (BB) yang ada di pelapor.

Bahkan Isa Ismail mengklaim tudingan SR, bahwa dirinya telah memanggil para saksi kejadian, namun tak ada yang datang, “Saya sudah mendatangi saksi-saksi sesuai yang diberikan oleh pelapor, tetapi sampai saat ini saksi-saksi tersebut tidak pernah datang ke kantor kami di Polres Bogor, ”pungkas Isa Ismail.

Pernyataan Aiptu Isa Ismail itu dibantah oleh Surat Rachmanto yang juga merupakan pelapor dan korban.

“Barang Bukti sudah kami serahkan semua ke Polsek Kemang ketika saya membuat laporan di Polsek Kemang, dan semua ada tanda terima, ”tegas Rahmanto.

BACA JUGA:  Poling Kita Tentukan Sikap Tolak atau Terima Jokowi Jadi Presiden

Bahkan SR mengaku pada saat itu saksi sudah d hadirkan sebanyak 11 orang, malah lebih dari cukup jumlah saksi yang diminta polisi.

Atas perkara ini, dirinya sudah melaporkan ke Propam Polres Bogor, namun sampai sejauh ini perkara itu pun belum ada titik terangnya.

“Kami sudah laporkan ke Propam Polres Bogor juga kok, tapi nggak ada tuh upayanya dalam kasus ini. Yaaaa akhirnya kami adukan ke Polda Jawa Barat pada Senin 10 Juni lalu. “Jelas SR.

SR juga menyatakan dengan surat yang dikirimnya ke Kapolda Jabar dengan tembusan ke Waka Polda, Irwasda Polda Jabar, DirReskrim dan Propam Polda Jabar dapat segera menemukan titik terang.

“Kita tunggu ajah upaya Polda Jabar, jika dalam satu bulan ini sejak laporan saya ke Polda tak ditanggapi juga, maka kami akan gelar konferensi pers di Mabes Polri, agar para pelaku bisa ditangkap dan kasus kami ini menjadi terang benderang. “tutup SR.(Op/red)

Komentar